PATI, Harianmuria.com – Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin mengatakan bahwa seluruh anggotanya harus bisa merangkul aspirasi ataupun masukan dari masyarakat Pati. Menurutnya, sebagai seorang wakil rakyat sudah semestinya anggota DPRD merakyat.
Salah satunya adalah peduli dengan keberadaan tukang becak. Menurut Ali Badrudin, becak sebagai alat transportasi saat ini sudah ditinggalkan oleh para penggunanya. Ali pun mengajak anggotanya untuk memperhatikan keberadaan tukang becak.
“Seperti kemarin saat kami mendaftarkan diri sebagai bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) di Kantor Pemilihan Umum (KPU) Pati, kami menggunakan becak. Itu adalah bentuk kepedulian kami terhadap wong cilik,” tegas Ali Badrudin.
Politisi dari PDI-P ini menambahkan, dengan menaiki becak saat pendaftaran Bacaleg beberapa waktu lalu, sedikit membantu dan mendengarkan keluh kesah tukang becak sebagai wong cilik.
Tentunya, tidak hanya tukang becak saja yang perlu diperhatikan oleh segenap jajarannya. Karena masih ada banyak lagi kelompok masyarakat di Pati yang tergolong wong cilik.
“Tentunya ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap rakyat. Saya harap anggota DPRD yang lain bisa meniru (peduli wong cilik),” imbuhnya.
Dikatakannya, saat pendaftaran Bacaleg dari PDI-P pada Kamis (11/5) kemarin, Ali bersama segenap kader-nya berangkat dari kantor DPC (Dewan Pimpinan Cabang) dengan menaiki puluhan becak dalam kondisi hujan lebat.
Aksi ini kemudian ditiru oleh Partai Golkar yang dipimpin oleh wakil ketua komisi D DPRD Pati, Endah Sri Wahyuningati saat mendaftarkan Bacaleg dari Partai Golkar pada Sabtu (13/5). (Lingkar Network | Arif Febriyanto – Harianmuria.com)
Ketua DPRD Pati Pastikan Setiap Anggota Dewan Merakyat
PATI, Harianmuria.com – Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin mengatakan bahwa seluruh anggotanya harus bisa merangkul aspirasi ataupun masukan dari masyarakat Pati. Menurutnya, sebagai seorang wakil rakyat sudah semestinya anggota DPRD merakyat.
Salah satunya adalah peduli dengan keberadaan tukang becak. Menurut Ali Badrudin, becak sebagai alat transportasi saat ini sudah ditinggalkan oleh para penggunanya. Ali pun mengajak anggotanya untuk memperhatikan keberadaan tukang becak.
“Seperti kemarin saat kami mendaftarkan diri sebagai bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) di Kantor Pemilihan Umum (KPU) Pati, kami menggunakan becak. Itu adalah bentuk kepedulian kami terhadap wong cilik,” tegas Ali Badrudin.
Politisi dari PDI-P ini menambahkan, dengan menaiki becak saat pendaftaran Bacaleg beberapa waktu lalu, sedikit membantu dan mendengarkan keluh kesah tukang becak sebagai wong cilik.
Tentunya, tidak hanya tukang becak saja yang perlu diperhatikan oleh segenap jajarannya. Karena masih ada banyak lagi kelompok masyarakat di Pati yang tergolong wong cilik.
“Tentunya ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap rakyat. Saya harap anggota DPRD yang lain bisa meniru (peduli wong cilik),” imbuhnya.
Dikatakannya, saat pendaftaran Bacaleg dari PDI-P pada Kamis (11/5) kemarin, Ali bersama segenap kader-nya berangkat dari kantor DPC (Dewan Pimpinan Cabang) dengan menaiki puluhan becak dalam kondisi hujan lebat.
Aksi ini kemudian ditiru oleh Partai Golkar yang dipimpin oleh wakil ketua komisi D DPRD Pati, Endah Sri Wahyuningati saat mendaftarkan Bacaleg dari Partai Golkar pada Sabtu (13/5). (Lingkar Network | Arif Febriyanto – Harianmuria.com)











