• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Sabtu, Oktober 17, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Warga Semarang Manfaatkan Sisa Makanan MBG Jadi Campuran Pakan Ayam

utia by utia
1 September 2026
in Semarang, News
73 2
Peternak sekaligus Ketua RT 02/RW 05 Kelurahan Plombokan, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Joni Priyo Santoso. (Rizky Syahrul Al-Fath/Harianmuria.com)

Peternak sekaligus Ketua RT 02/RW 05 Kelurahan Plombokan, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Joni Priyo Santoso. (Rizky Syahrul Al-Fath/Harianmuria.com)

575
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

SEMARANG, Harianmuria.com – Salah satu warga Kelurahan Plombokan, Kecamatan Semarang Utara memanfaatkan sisa makanan dari dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk campuran pakan ayam. 

Peternak sekaligus Ketua RT 02/RW 05 Kelurahan Plombokan Joni Priyo Santoso mengatakan limbah makanan tersebut telah membantu menekan biaya pakan ternaknya.

Menurutnya penggunaan sisa makanan sebagai bagian dari campuran pakan membuat kebutuhan terhadap pakan pabrikan dapat ditekan.

“Ini sangat membantu sekali. Bisa dibilang gratis karena limbah, kemudian bisa untuk mencampur pakan pabrikan sehingga kami bisa menghemat sampai 40 sampai 50 persen. Itu nyata,” ujar Joni, Selasa, 1 September 2026.

Joni mengatakan pemanfaatan limbah MBG bukan hanya membantu mengurangi persoalan sisa makanan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi ekonomi peternak

“Peternakan ayam kampung jenis KUB milik saya yang awalnya hanya berisi sekitar 100 ekor kini berkembang menjadi sekitar 500 ekor. Setelah adanya MBG kami sangat terbantu. Kalau dulu pakai pabrikan, biaya pakan sangat tinggi. Sekarang bisa terbantu sampai 40 sampai 50 persen dari MBG,” kata Joni.

Lebih lanjut, ia mengaku memperoleh limbah itu dari salah satu dapur MBG yang tidak jauh dari tempat tinggalnya yakni SPPG Plombokan 2. Pengambilan sisa makanan biasanya dilakukan sekitar pukul 17.30 WIB.

“Dalam kondisi tertentu, saya bisa mendapatkan sekitar 25 kilogram nasi, ditambah sisa sayuran. Nasi biasanya kami simpan di freezer dua hari. Setelah itu dikeluarkan untuk dicampur dengan pur pabrikan, kemudian difermentasi,” jelasnya.

Untuk sisa sayuran, kata dia, pada malam harinya langsung diberikan kepada ayam. Selain itu, pemisahan limbah dari dapur menjadi salah satu faktor penting karena menentukan bagaimana sisa makanan tersebut dapat dimanfaatkan.

Ia mengatakan nasi yang diterima biasanya sudah terpisah dan dalam kondisi cukup bersih. Namun, sisa sayuran terkadang masih tercampur dengan benda lain seperti sendok sekali pakai maupun plastik. Karena itu, sisa sayuran tersebut harus segera dimanfaatkan dan tidak dibiarkan terlalu lama.

“Kalau nasi bersih sekali. Kalau sayur kadang campur ada sendok bekas, ada plastik. Itu makanya langsung kami kasihkan ke ayam. Kalau sampai menginap bisa basi,” ujarnya.

Menurut Joni, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan dirinya berani meningkatkan jumlah ayam yang dipelihara hingga sekitar 500 ekor.

Bagi peternak skala kecil, menurutnya biaya pakan menjadi salah satu komponen pengeluaran terbesar. Sehingga adanya sumber pakan alternatif dari sisa makanan MBG dinilai memberikan ruang bagi peternak untuk mempertahankan bahkan mengembangkan usaha.

Meski demikian, Joni berharap pengelolaan limbah makanan dari dapur MBG dapat semakin diperhatikan. Pemisahan antara sisa nasi, sayuran, dan benda non pangan dinilai penting agar limbah yang dimanfaatkan peternak tetap aman dan mudah diolah.

Ia juga berharap pemanfaatan sisa makanan dari program MBG dapat terus berjalan dengan pengelolaan yang lebih baik sehingga manfaatnya tidak berhenti pada penerima makanan bergizi.

“Dari sekitar 25 kilogram nasi dan sisa sayuran yang dikumpulkan secara berkala, saya mendapatkan tambahan sumber pakan sekaligus mengurangi pengeluaran usaha peternakan,” pungkasnya.

Jurnalis: Lingkar Network/Rizky Syahrul Al-Fath
Editor: Utia Lil

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita Semarang Hari IniBerita Semarang TerkiniMBG
SummarizeShare42SendShare
Previous Post

Kontrak 21 Tenaga Kebersihan Habis, ASN DLH Rembang Turun Nyapu Jalan

Next Post

149 Desa di Blora Berpotensi Alami Krisis Air Bersih, Terparah di Kecamatan Jati

utia

utia

Berita Terkait

Cegah Pungli, Dishub Semarang Perkuat Penerapan Sistem Parkir Elektronik Terpadu

Cegah Pungli, Dishub Semarang Perkuat Penerapan Sistem Parkir Elektronik Terpadu

by utia
16 Oktober 2026
519

SEMARANG, Harianmuria.com - Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pehubungan (Dishub) mulai memperkuat pengawasan pengelolaan parkir melalui penerapan Sistem Parkir Elektronik Terpadu.  Penguatan itu dilakukan melalui sosialisasi dan penyuluhan...

Tampilkan 64 Koleksi Sejarah, Walkot Semarang Ajak Warga Pahami Pertempuran Lima Hari

Tampilkan 64 Koleksi Sejarah, Walkot Semarang Ajak Warga Pahami Pertempuran Lima Hari

by utia
16 Oktober 2026
515

SEMARANG, Harianmuria.com - Sebanyak 64 koleksi sejarah kini dipamerkan di Gedung Lawang Sewu, Semarang, untuk mengajak masyarakat membaca kembali perlawanan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan. Pameran bertajuk “Dari Semarang...

Unik, Guru SMP di Semarang Harus Ukur Kolam Hingga Replika Ka’bah MAJT di Lomba Matematika 

DPU Semarang Keruk 33 Sungai Hingga Benahi Drainase Jelang Musim Hujan

by utia
15 Oktober 2026
546

SEMARANG, Harianmuria.com - Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) mulai mengeruk 33 sungai dan membenahi saluran drainase di sejumlah titik. Langkah ini sebagai antisipasi banjir menjelang...

Unik, Guru SMP di Semarang Harus Ukur Kolam Hingga Replika Ka’bah MAJT di Lomba Matematika 

Unik, Guru SMP di Semarang Harus Ukur Kolam Hingga Replika Ka’bah MAJT di Lomba Matematika 

by utia
15 Oktober 2026
518

SEMARANG, Harianmuira.com - Ratusan guru SMP di wilayah Kota Semarang turut serta dalam lomba literasi dan numerasi yang digelar Dinas Pendidikan setempat. Lokasi perlombaan berbasis City Map ini...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
591
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
535
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
533
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
552

TRENDING HARI INI

  • Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    139 shares
    Share 56 Tweet 35
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    106 shares
    Share 42 Tweet 27
  • Bupati Klaten Resmi Ditahan KPK Usai Kejaring OTT, Ini Sosok Lain yang Ikut Rompi Oranye!

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • KPK Bawa 9 Orang dari Klaten untuk Diperiksa di Jakarta, Termasuk Bupati Hamenang dan Kepala BPK Jateng

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • DPUPR Kota Pekalongan Dorong Pelaku Usaha Konstruksi Patuhi Regulasi Terbaru

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Jepara Berstatus Awas Kekeringan Meteorologis, 11 Desa Dilanda Krisis Air Bersih

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Getuk Runting, salah satu jajanan pasar khas Pati. (Instagram @tumbasmangan/Harianmuria.com

Jajanan Pasar Khas Pati Ini Wajib untuk Dicoba

28 Februari 2023
1.6k
RSUD Kudus Luncurkan Ambulans ICU Modern, Penanganan Darurat Makin Sigap

RSUD Kudus Luncurkan Ambulans ICU Modern, Penanganan Darurat Makin Sigap

21 Juni 2025
710

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya