SEMARANG, Harianmuria.com – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Semarang menyampaikan hak-hak pekerja PT Victory Apparel yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) diberikan bertahap.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Semarang, Sutrisno, mengungkapkan kesepakatan pemberian pesangon telah dicapai antara pihak perusahaan dan pekerja.
“Sementara ini yang PT Victory Apparel sudah sepakat antara pekerja, kemudian pemilik yang ada dari Cina itu sudah lewat Zoom. Sudah dua kali saya ketemu, sudah menyepakati sesuai dengan regulasi batas minimum,” katanya, Rabu, 2 September 2026.
Menurutnya, pembayaran pesangon diberikan secara bertahap. Sebanyak 200 pekerja telah menerima haknya, sementara 200 pekerja lainnya dijadwalkan menerima pembayaran pada pekan ini.
“Kemarin 200 sudah selesai, ini 200 lagi minggu ini, besok 200 sampai dengan harapannya pertengahan September selesai,” ujarnya.
PHK Karyawan PT Victoria Apparel Semarang Cuma Dapat Pesangon 0,5 Kali
Sutrisno menargetkan seluruh hak pekerja dapat diselesaikan sebelum kontrak kerja berakhir pada awal Oktober mendatang.
“Harapannya sebelum kontrak kerja selesai, semua hak-hak pekerja sudah selesai,” jelasnya.
Untuk besaran pesangon, Sutrisno menyebut nominal yang diterima masing-masing pekerja berbeda namun perusahaan menggunakan skema batas minimum yakni 0,5 kali atau setengah dari jumlah pesangon.
“Nominal masing-masing, tergantung. Ada dapat Rp40 juta, ada dapat Rp60 juta, beda-beda sesuai lamanya masa kerja masing-masing,” katanya.
Disnaker juga memfasilitasi proses pembayaran dengan melibatkan perbankan dan BPJS Ketenagakerjaan, termasuk untuk pengurusan Jaminan Hari Tua (JHT).
“Kami pastikan PHK-nya ada di kami, bank Himbara-nya juga ada di kami koordinasi, sehingga prosesnya tinggal JHT yang nanti kita koordinasi dengan BPJS,” tuturnya.
Di sisi lain, sepanjang 2026 jumlah PHK normatif di Kota Semarang tercatat sekitar 448 pekerja. Jika ditambah dengan PHK di PT Victoria Apparel yang mencapai 846 pekerja, totalnya sekitar 1.294 pekerja.
“Buruh yang PHK normatif, yang normal-normal dari selesai kontrak itu hanya 448. Cuma ini ditambah yang Victoria Apparel 846,” ungkapnya.
Jumlah tersebut masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 1.900 pekerja.
Disnaker Kota Semarang juga mencatat penempatan tenaga kerja melalui rekrutmen rutin dan job fair juga cukup tinggi. Kondisi tersebut dinilai menjadi penyeimbang di tengah badai PHK.
“Dengan rekrutmen yang tiap Rabu-Kamis itu hampir seribu, kemudian dengan job fair juga hampir seribu. Jadi kami balansi, artinya rekrutmen dengan PHK masih balansi,” jelasnya.
Ia menyebut, kondisi dunia usaha di Kota Semarang hingga kini masih relatif kondusif. Namun, pihaknya tetap mengantisipasi potensi PHK dari sejumlah perusahaan, termasuk sektor outsourcing.
“Faktornya banyak. Pekerjaan sekarang kan kontraknya dengan para pihak sudah mulai berkurang, terutama dari luar negeri, perang juga berpengaruh terhadap pesanan-pesanan barang dan sebagainya,” katanya.
Sementara itu, untuk pekerja terdampak PHK, khususnya warga Kota Semarang, Disnaker juga menyiapkan pendampingan berupa pelatihan agar mereka dapat membuka usaha baru.
“Untuk warga Kota Semarang sudah disiapkan untuk ikut pelatihan, untuk membuka usaha baru,” tuturnya.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Ulfa











