SEMARANG, Harianmuria.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendesak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana mempercepat perbaikan tanggul Sungai Tuntang yang mengalami keretakan.
Retakan tanggul berada dekat dengan titik tanggul jebol pada Februari 2026. Tanggul tersebut berada di antara perbatasan Kabupaten Deman dan Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, mengatakan BBWS telah memasang bronjong dan diperkuat dengan karung pasir sebagai langkah penanganan.
“Dengan langkah ini harapanya tanggul akan lebih stabil dan terjaga dengan baik,” kata Henggar dalam keterangan yang diterima pada Jumat, 27 Maret 2026.
Untuk pemasangan bronjong, kata Henggar, membutuhkan proses dan lebih banyak waktu karena harus diletakkan di titik yang tepat agar tidak menimbulkan longsor atau kembali retak.
Pihaknya berharap penanganan retakan bisa dipercepat karena hingga akhir Maret masih terjadi hujan, meski intensitas tidak setinggi awal tahun 2026. Namun, upaya antisipasi mesti dilakukan, jangan sampai debit air sungai naik dan menambah parah kerusakan tanggul.
“Sudah komunikasi dengan BBWS. Segera ditangani,” ucapnya.
Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berpesan kepada Pemkab Grobogan dan Demak dan pemangku kepentingan untuk melakukan perawatan infrastruktur, terumata pada tanggul sungai. Misalnya dengan melakukan penanaman pohon dan perawatan lainnya.
“Rawat tanggulnya, tanami pohon, di sekitar tanggul, terus masyarakat juga jangan buang sampah sembarangan,” katanya beberapa waktu lalu.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network











