SEMARANG, Harianmuria.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah akan memanfaatkan aset daerah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Sekretaris DPRD Jateng, Agung Hariyadi, mengungkapkan dewan telah menyewakan wisma DPRD untuk akomodasi dan fasilitas serbaguna. Hal ini sejalan dengan instruksi Gubernur yang meminta semua organisasi perangkat daerah (OPD) memanfaatkan aset daerah menjadi sumber pendapatan.
“Aset kita itu disewa oleh Bank Jateng itu secara fiks tahunan sudah berjalan dan menjadi kontributor terbesar dalam penerimaan pendapatan di Sekwan. Kemudian kita juga punya Wisma DPRD itu di tiga lokasi diantaranya di daerah Papandeyan, Guntur, dan Menteri Sepeno, semuanya ada di Kota Semarang,” ujar Agung di ruanganya, Selasa, 21 Juli 2026.
Meski demikian, Agung mengakui tingkat penyewaan Wisma DPRD dalam beberapa tahun terakhir masih belum optimal karena minat masyarakat cenderung menurun. Kondisi tersebut menjadi tantangan untuk meningkatkan pemanfaatan aset.
Pada tahun 2026, Sekretariat DPRD Jatneg menargetkan pendapatan sekitar Rp1,7 miliar dari penyewaan wisma.
Untuk mencapai target tersebut, pihaknya menegaskan tidak akan memberikan relaksasi target, melainkan akan melakukan berbagai upaya yang lebih menantang guna meningkatkan tingkat okupansi dan pemanfaatan aset.
“Nah, maka terus kita dorong, kita berikan challenging pada rekan-rekan semua di sini terutama di bagian umum dan di Humas dan semua bagian. Kita harapkan untuk ikut mempromosikan wisma yang secara struktur bangunnya itu masih bagus dibanding dengan yang dikelola oleh OPD lain. Jadi eman-eman ini, bisa kita kuatkan untuk PAD di Sekwan,”ungkapnya.
DPRD Jateng juga meningkatkan pengelolaan administrasi dengan menerapkan pembayaran nontunai, salah satunya melalui QRIS.
“Upayanya sudah kita lakukan, kita kuatkan dengan dukungan administrasi untuk pembayaran itu sudah melalui online, bisa pakai QRIS. Kmudian kita sudah bangun website-nya untuk booking sistem, pesanan tempat itu juga sudah kita siapkan, kita bangun. Kemudian layanannya pun tidak harus modern yang penting bersih dan nyaman,” jelasnya.
Pada tahun 2025, penyewaan aset wisma hanya memperoleh pendapatan sekitar 60% dari target 1,7 milliar. Maka dari itu di tahun ini pihaknya menargetkan paling tidak tingkat okupansi bisa mencapai 95% agar PAD Provinsi Jawa Tengah bisa terjaga.
Jurnalis: Rizky Syahrul
Editor: Ulfa











