KLATEN, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Klaten sosialisasi gerakan Gemar Makan Ikan di Desa Malangan, Kecamatan Tulung pada Selasa, 9 Juni 2026.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, mengakui tingkat konsumsi makan ikan di wilayahnya masih rendah.
“Memang tingkat konsumsi makan ikan di Klaten belum tinggi, ini tren yang terjadi di daerah-daerah di seluruh Indonesia yang jauh dari laut. Harapannya lewat kegiatan ini bisa meningkatkan konsumsi makan ikan, jadi tidak hanya telur yang menjadi sumber protein,” ujarnya di sela kegiatan.
Apabila konsumsi ikan di masyarakat naik, Bupati Hamenang berharap kesehatan masyarakat juga makin meningkat terutama dalam rangka mempersiapkan ke depan menuju generasi emas.
“Kami bersama DKPP (Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian) berada di Desa Malangan melakukan kegiatan program Gemar Makan Ikan, sosialisasi dan memberikan contoh makanan olahan ikan untuk anak-anak,” tuturnya.
Kaya Keindahan Alam, Bupati Klaten Dukung Pengembangan Sport Tourism
Pemkab Klaten juga mendukung gerakan makan ikan dengan menyediakan sumbernya. Sekitar 10.000 benih ikan wates disebar ke embung desa setempat agar memperbaiki ekosisitem perairan.
“Kami hadir untuk bagaimana menciptakan ekosistem, memperbaiki ekosistem agar lebih baik, air jadi jernih, ikan bisa dikonsumsi. Yang ditebarkan ini ikan tawes, gizinya luar biasa,” ucapnya.
Pihaknya pun mengajak masyarakat merawat, menjaga, dan melestarikan ekosistem ikan dan perairan.
“Harapannya agar dijaga bareng-bareng, dilestarikan, boleh kalau sudah besar silahkan dipancing, dipanen untuk dikonsumsi tapi jangan disetrum karena yang bibit akan ikut mati, ekosistem jadi tidak bagus,” katanya.
Bupati Klaten Siap Perkuat Pengembangan Wisata Dukung Ekonomi Daerah
Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten, Iwan Kurniawan, mengatakan bahwa sosialisasi Gemarikan adalah implementasi Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2026 DKPP di bidang perikanan.
“Kegiatan Gemar Makan Ikan rutin setiap tahun kami laksanakan, kegiatan ini merupakan program nasional. Kementerian Kelautan dan Perikanan sudah mencanangkan sejak tahun 2004. Di beberapa daerah juga dicanangkan,” ucapnya.
Dengan adanya potensi sektor perairan, Iwan menilai ketahanan pangan di Klaten tidak hanya sebatas produksi beras tetapi juga perikanan dan peternakan.
“Juga usaha-usaha yang sifatnya meningkatkan kemandirian pangan. Potensi di Klaten luar biasa, banyak sumber mata air, jumlahnya hampir 200, potensi ini untuk mengembangkan kegiatan perikanan,” terangnya.
Bupati Klaten Pastikan Korban Klitih Dapat Bantuan dan Pendampingan
Hingga saat ini, produksi ikan konsumsi di Kabupaten Klaten ada 30.000 ton namun tingkat konsumsi di masyarakat masih rendah, yakni sekitar 18 kg/kapita/tahun.
“Sedangkan idealnya 24 kg/kapita/tahun. Oleh karena itu, perlu dilakukan penambahan terus, di rumah saat memberikan lauk agar tidak menu itu-itu saja, tahu, tempe, telur, tapi juga menambah konsumsi ikan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Klaten Fahrani Hamenang meminta kepada para orang tua agar tidak bosan membiasakan anak-anak mereka untuk makan ikan.
“Seperti yang kita tahu bersama anak-anak sekarang ini picky eater, pilih-pilih makanan. Mereka memilih apa yang ingin mereka konsumsi, jarang senang makan ikan, padahal manfaat dengan konsumsi ikan luar biasa,” katanya.
Ia mengatakan ikan tidak hanya bermanfaat untuk anak-anak tetapi juga orang dewasa.
“Bagus untuk kesehatan jantung dan untuk anak-anak gizi dari ikan ini bisa mencegah stunting,” katanya.
Jurnalis: Anta











