REMBANG, Harianmuria.com – Verifikasi dan validasi (verval) terhadap 127 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah rampung pada awal Oktober 2026.
Kepala Dindagkop UKM Kabupaten Rembang, Mahfudz, mengatakan bahwa verval dilakukan pada akhir September hingga Oktober dan hasilnya telah diinput ke dalam Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (SIMKOPDES).
“Jadi, proses verval sudah kita laksanakan. Sekarang kita juga berjalan bersamaan dengan peningkatan kapasitas pengelola, khususnya bendahara KDKMP, karena persiapan koperasi tidak hanya menyangkut gedung, tetapi juga sumber daya manusianya,” jelasnya, Selasa, 13 Oktober 2026.
Mahfudz mengungkapkan hasil pendataan menunjukkan masih terdapat sejumlah kebutuhan yang perlu dipenuhi sebelum gerai Kopdes Merah Putih dapat beroperasi secara optimal.
“Bangunan gedungnya sudah tersedia, tetapi kelengkapannya masih ada yang belum terpenuhi. Di antaranya AC, rak, layar monitor, CCTV, internet, kelistrikan, jaringan air, komputer untuk kasir, APAR, dan genset,” ungkap Mahfudz.
Ia menyebut terdapat 82 item kelengkapan yang harus dipastikan tersedia untuk mendukung operasional koperasi namun ketersediaannya perlu dipastikan.
“Ini menjadi salah satu kendala dalam operasionalisasi KDKMP. Karena itu, kita terus berkoordinasi dengan Agrinas agar kekurangan yang masih ada bisa segera dipenuhi,” tegasnya.
Menurut Mahfudz, kesiapan operasional juga bergantung pada ketersediaan barang dagangan dan kesiapan pengelola. Oleh sebab itu, pemenuhan sarana prasarana perlu berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
“Harapannya, begitu seluruh kelengkapan sudah tersedia, manajer dan pengelolanya siap, serta barang dagangannya tersedia, gerai bisa segera beroperasi,” katanya.
Peningkatan Kapasitas Bendahara Kopdes Merah Putih
Selain menyelesaikan verval, Dindagkop UKM Rembang mulai melaksanakan peningkatan kapasitas bendahara Kopdes Merah Putih. Program ini ditujukan untuk memperkuat kemampuan pengelola dalam menjalankan administrasi dan pengelolaan keuangan koperasi.
Pada angkatan pertama, pelatihan diikuti 60 peserta yang dibagi menjadi dua kelas, masing-masing berisi 30 orang. Kegiatan akan dilanjutkan secara bertahap hingga seluruh 127 bendahara KDKMP mendapatkan peningkatan kompetensi.
“Untuk minggu ini, kita mulai angkatan pertama peningkatan kompetensi bendahara. Satu angkatan terdiri atas 60 orang, terbagi dalam dua kelas dengan masing-masing 30 peserta,” terang Mahfudz.
Pemerintah Kabupaten Rembang menargetkan operasional koperasi dapat dimulai pada Oktober 2026. Namun, realisasinya tetap bergantung pada kesiapan fasilitas, pengelola, serta dukungan pasokan barang dagangan.
Kopdes Merah Putih di Desa Joho
Dari data SIMKOPDES Salah satu koperasi yang masuk dalam pengembangan koperasi di Kabupaten Rembang adalah Koperasi Desa Merah Putih Joho, Kecamatan Pamotan. Desa tersebut memiliki potensi ekonomi di sektor pertanian dan peternakan yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan usaha koperasi.
Berdasarkan data potensi desa yang tersedia, sektor pertanian meliputi padi seluas 42 hektare dengan nilai tercatat Rp128 juta, tembakau 18 hektare senilai Rp360 juta, jagung 2,5 hektare senilai Rp48 juta, serta cabai 1 hektare senilai Rp280 juta.
Sementara itu, potensi sektor peternakan meliputi sapi senilai Rp6,336 miliar, kambing Rp828 juta, ayam Rp294 juta, dan itik Rp30 juta.
Potensi tersebut dapat menjadi peluang pengembangan usaha koperasi, misalnya melalui penyediaan kebutuhan petani dan peternak serta penjajakan pemasaran hasil produksi sesuai kesiapan dan model usaha yang dikembangkan.
Dari sisi keanggotaan, Koperasi Desa Merah Putih Joho tercatat memiliki 10 anggota, terdiri atas enam laki-laki dan empat perempuan. Data tersebut menjadi salah satu gambaran awal partisipasi masyarakat dalam kelembagaan koperasi.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











