REMBANG, Harianmuria.com – Fenomena tanah gerak di Dusun Gobok, Desa Gunungsari, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang membuat warga cemas. Sejak pertengahan Januari 2026, tanah di kawasan tersebut ambles secara bertahap dan kian parah setelah hujan deras mengguyur pada 23 Februari 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Muhammad Luthfi Hakim, mengungkapkan bahwa intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat struktur tanah menjadi gembur dan tidak stabil.
“Karena beberapa hari yang lalu intensitas hujan tinggi, membuat kontur tanah menjadi gembur. Sekitar 62 meter tanah bergerak turun ke bawah,” jelasnya pada Jumat, 27 Februari 2026.
Imbas tanah gerak di Kaliori itu terdapat empat rumah warga dan satu kandang ternak mengalami kerusakan dengan total estimasi kerugian mencapai Rp192 juta. Rumah milik Darto dilaporkan amblas hingga dua meter dengan taksiran kerugian Rp90 juta.
Kerusakan juga menimpa rumah Lukman Arif, Umbarno, dan Suwarni dengan tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari retakan dinding hingga bagian bangunan yang turun signifikan. Kandang ternak milik Sukarji pun ikut terdampak.
Meski tanah masih menunjukkan tanda-tanda pergerakan, sebagian warga memilih tetap bertahan karena kerusakan mayoritas terjadi di bagian belakang rumah. Namun, rasa waswas terus menghantui.
“Amblesnya setiap hari, setiap lima menit ada gerakan-gerakan. Rumah ayah saya yang bagian belakang sudah turun. Kamar mandi sekarang posisinya di bawah, padahal sebelumnya sejajar dengan rumah,” tutur Chori’, salah satu perwakilan keluarga terdampak.
BPBD bersama pemerintah desa dan OPD terkait telah melakukan pendataan serta menyiapkan langkah lanjutan untuk meminimalkan risiko.
Lima keluarga terdampak juga telah menerima bantuan sembako dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Rembang sebagai bentuk dukungan selama masa tanggap darurat.
Hingga kini, pemantauan berkala terus dilakukan. BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras yang berpotensi mempercepat pergerakan tanah dan memperluas dampak kerusakan.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











