REMBANG, Harianmuria.com – Agenda Njajan Fest 2026 di Taman Kartini Rembang segera dibuka dengan menghadirkan 113 pelaku usaha kuliner.
Selain kuliner, Njajan Fest 2026 juga menyuguhkan hiburan seperti reog, barongan, orkes keroncong dan band. Ada enam panggung hiburan dan Sembilan ajang pencarian bakat yang disiapkan untuk masyarakat.
Ketua Panitia Njajan Fest, Mohammad Gufron atau Ipong, mengatakan jumlah peserta tahun ini merupakan hasil seleksi dari sekitar 150 pendaftar.
“Pendaftar Njajan Fest sekitar 150-an, kita seleksi, dikurasi, akhirnya terpilih 113. Mulai kuliner legendaris hingga kuliner kekinian,” kata Gufron pada Rabu, 39 September 2026.
Pengunjung tidak dikenakan tiket masuk Taman Kartini selama festival berlangsung. Masyarakat hanya perlu membayar parkir kendaraan.
Panitia juga memastikan harga makanan dan minuman tidak boleh dipatok terlalu tinggi agar festival tetap bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
“Jangan sampai harganya ngepruk, nggak boleh,” ujarnya.
Selain mencicipi kuliner dari berbagai pelaku usaha, pengunjung juga dapat menikmati sajian Kenduri Rasa secara gratis.
Jadwal Njajan Fest 2026 yang diprakarsai PT Semen Gresik akan digelar tiga hari 2 hingga 4 Oktober 2026. Agenda ini diharapkan meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.
Kepala Unit Komunikasi dan CSR PT Semen Gresik, Taufiq Susanto, mengatakan pada pelaksanaan 2025, sebanyak 91 peserta mencatatkan omzet sekitar Rp1,15 miliar.
Tahun ini jumlah peserta meningkat menjadi 113 pelaku usaha. Panitia pun memasang target omzet hingga Rp2,5 miliar selama festival berlangsung.
“Kita berharap omzet naik. Tapi lebih dari itu, kita ingin Taman Kartini yang sepi bangkit kembali menjadi pusat gairah ekonomi dan kebudayaan warga,” kata Taufiq.
Konsep penyelenggaraan juga mengalami perubahan. Jika dua tahun sebelumnya kegiatan berada di area parkir Taman Kartini, tahun ini seluruh kegiatan dipindahkan ke bagian dalam kawasan taman.
Area yang lebih luas diharapkan membuat pengunjung lebih leluasa menikmati kuliner sekaligus berbagai pertunjukan.
PIC Rumah BUMN Rembang, Sugeng Prayitno, menegaskan Njajan Fest juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pemberdayaan UMKM.
Para pelaku usaha tidak hanya diberi ruang untuk berjualan, tetapi juga mendapatkan pendampingan terkait branding digital, media sosial, transaksi QRIS, sertifikasi halal, NIB hingga HAKI.
“Ini menjadi semacam ekosistem pemberdayaan terpadu,” kata Sugeng.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











