REMBANG, Harianmuria.com – Kabupaten Rembang mencatat rekor tertinggi produksi tembakau mencapai 11.697,66 ton mengalahkan Temanggung yang merupakan salah satu sentra tembakau di Jawa Tengah.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah yang diperbarui pada 27 Februari 2026 menunjukkan produksi tembakau di Temanggung 9.363,85 ton atau terpaut 2.333,81 ton dari Rembang.
Selain itu produksi tembakau Rembang menyumbang sekitar 19,1 persen dari total produksi tembakau Jawa Tengah yang sebesar 61.105,11 ton.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, menyebut capaian tersebut sebagai rekor baru bagi Rembang.
“Ini sebenarnya rekor baru. Biasanya kita selalu di bawah Temanggung. Tahun kemarin luar biasa produknya,” kata Agus Iwan, Senin, 28 September 2026.
Menurutnya, peningkatan produksi perlu diimbangi dengan harga yang sesuai terhadap kerja keras petani.
Oleh karena itu, Agus menekankan pentingnya membangun kemitraan yang sehat, terbuka dan saling menguntungkan antara petani dan pelaku usaha. Menurut dia, keberhasilan produksi harus diikuti dengan hubungan kemitraan yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
“Kami mengajak kemitraan dengan sadar ini berjalan baik, memberikan apresiasi yang wajar, pantas untuk kedua pihak,” katanya.
Agus mengungkapkan wilayah yang menjadi sentra produksi tembakau di Rembang meliputi Kecamatan Sulang dan Bulu.
Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Rembang, Wawan Edi Susanto, mengatakan capaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya posisi Rembang dalam peta pertanian tembakau Jawa Tengah.
“Berdasarkan data yang dipublikasikan Jateng Stats, Rembang berada di atas Temanggung yang menghasilkan 9,3 ribu ton dan Grobogan 6,7 ribu ton,” ungkapnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











