REMBANG, Harianmuria.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang menyiapkan ratusan tenaga kesehatan untuk mendukung pengamanan arus mudik dan arus balik lebaran 2026. Sebanyak 688 personel kesehatan akan diterjunkan untuk berjaga di sejumlah posko selama masa pengamanan Idulfitri.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, dr. Ali Syofii, mengatakan pihaknya telah menyiapkan tim kesehatan yang akan bekerja sama dengan berbagai pihak guna mendukung kelancaran dan keamanan masyarakat selama periode mudik.
“Kami siap. Dinas Kesehatan sudah menyiapkan tim, semua yang terlibat di Rembang kita kolaborasi melalui puskesmas dan rumah sakit, baik swasta maupun pemerintah,” ujarnya pada Jumat, 6 Maret 2026.
Petugas kesehatan yang disiagakan terdiri dari berbagai unsur, mulai dari perawat, dokter, sopir ambulans hingga tenaga kesehatan lainnya.
“Petugasnya mulai dari perawat, kemudian tenaga driver, kemudian dokter, dan juga tenaga-tenaga kesehatan lain kita siapkan. Kami di Rembang siap berpartisipasi untuk mensukseskan keamanan sepanjang Lebaran,” jelasnya.
Total 688 personel kesehatan yang dilibatkan, rinciannya 576 petugas jaga posko yang bertugas dengan sistem tiga shift selama 16 hari. Kemudian64 supervisor medis, serta tim monitoring dan evaluasi dari Dinkes sebanyak 48 orang.
Meski sebagian puskesmas tidak berada di jalur utama mudik, pihaknya memastikan seluruh fasilitas kesehatan tetap dilibatkan dalam pengamanan.
“Meski puskesmas itu tidak berada di jalur utama, misalnya jalur yang dilewati pemudik, tetap kita libatkan semuanya,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Rembang AKBP Mohammad Faisal Pratama mengatakan kepolisian akan menggelar Operasi Ketupat Candi 2026 untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idulfitri.
“Sebelum persiapan Idulfitri, seperti tahun-tahun sebelumnya kita akan melaksanakan Operasi Ketupat Candi 2026,” jelasnya.
Sejumlah pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu telah disiapkan dengan melibatkan berbagai stakeholder di Kabupaten Rembang.
“Dalam hal ini kita juga bekerja sama dengan stakeholder terkait yang ada di Kabupaten Rembang. Alhamdulillah sangat didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Rembang dan stakeholder lainnya,” katanya.
Operasi pengamanan tersebut rencananya dimulai pada pekan ketiga hingga keempat bulan Ramadan dan berlangsung hingga beberapa hari setelah Lebaran.
“Pelaksanaannya dimulai pada minggu ketiga dan keempat Ramadan sampai dengan plus satu, dua, tiga setelah lebaran,” ungkapnya.
Namun untuk jumlah dan lokasi titik pos pengamanan, pihaknya masih melakukan koordinasi dan evaluasi dengan berbagai pihak.
“Untuk titiknya masih kita koordinasikan dulu. Kita lihat dan evaluasi pengamanan tahun sebelumnya, apakah perlu dikurangi atau justru ditambah,” pungkasnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











