REMBANG, Harianmuria.com – Ratusan buruh lebih dari 50 perusahaan di Kabupaten Rembang memperingati Hari Buruh dengan cara berbeda. Tak ada demo, alih-alih para pekerja menggelar senam bersama dan membagikan doorprize di area Hotel Pollos Rembang, Selasa, 12 Mei 2026.
Peringatan Hari Buruh di Rembang dihadirkan sebagai ruang mempererat hubungan antara pekerja, perusahaan dan pemerintah daerah.
Bupati Rembang, Harno, yang hadir langsung dalam kegiatan hari ini menegaskan bahwa pemerintah daerah akan menjadi fasilitator antara pengusaha dan pekerja agar tercipta hubungan industrial yang harmonis.
“Antara pengusaha dan karyawan, pemerintah daerah akan menjadi fasilitator agar ada titik temu yang baik. Kalau masalah hitung-hitungan nanti bagian akhir, yang penting di sini dibutuhkan simbiosis mutualisme,” ujarnya.
Menurut Harno, keberadaan investor memiliki peran penting dalam menekan angka pengangguran di Kabupaten Rembang. Saat ini Kabupaten Rembang berada di posisi tiga daerah dengan tingkat pengangguran terendah.
Karena itu, ia meminta seluruh masyarakat menjaga kondusivitas daerah agar investor merasa aman dan nyaman berinvestasi.
“Perusahaan membutuhkan karyawan dan masyarakat pun membutuhkan pengusaha serta investor. Maka dari itu saya minta kepada semua masyarakat menjaga semuanya agar investor bisa masuk ke Rembang dengan aman dan nyaman,” katanya.
Sementara itu, Fery Sumardi selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Rembang mengatakan pemerintah daerah terus meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui program pelatihan vokasi nasional.
Sebanyak 80 peserta mengikuti pelatihan di berbagai bidang seperti las, servis AC, mekanik sepeda motor, komputer, menjahit hingga pembuatan roti dan kue.
Selain itu, Dinperinaker bekerja sama dengan PPSDM Migas Cepu di bawah Kementerian ESDM dalam pelatihan operator mobile crane, forklift, mekanik dan teknisi AC.
“Saat ini pelatihan telah selesai sebanyak 20 orang. Harapan kami perusahaan-perusahaan yang ada di Rembang bisa memanfaatkan tenaga kerja yang sudah dilatih dan memiliki kompetensi sesuai bidangnya masing-masing,” jelas Fery.
Di sisi lain, Di hadapan pemerintah daerah dan perusahaan, Adrian Adiputra selaku ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia 1992 Kabupaten Rembang menyampaikan aspirasi para pekerja, salah satunya peningkatan kesejahteraan buruh.
“Peningkatan kesejahteraan dan upah layak serta melarang upah murah itu sudah pasti karena ini yang sering kita gaungkan setiap tahunnya,” tegas Adrian.
Selain itu, pihaknya juga meminta kepastian perlindungan pekerja dengan penghapusan sistem outsourcing maupun kontrak kerja yang tidak pasti.
“Perjuangan kita tidak hanya menuntut, tetapi juga memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan,” lanjutnya.
Peringatan Hari Buruh 2026 di Rembang berlangsung aman dan kondusif. Adrian berharap momentum ini menjadi penguat solidaritas pekerja sekaligus menciptakan hubungan industrial yang harmonis.
“Semoga kebersamaan ini menumbuhkan semangat juang untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, aman dan produktif,” pungkasnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











