REMBANG, Harianmuria.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang memastikan seluruh logistik serta peralatan kedaruratan aman dan siap digunakan menghadapi potensi bencana pada musim penghujan 2026.
Data BMKG menyebutkan puncak musim penghujan di Rembang terjadi pada Januari hingga Februari 2026. Curah hujan tinggi berpotensi memicu berbagai bencana hidrometerorologi, seperti banjir dan tanah longsor khususnya di daerah rawan bencana.
Kepala BPBD Rembang, Sri Jarwati, mengatakan pihaknya juga telah menyiagakan personel, logistik, serta peralatan pendukung kebencanaan yang beroperasi 24 jam agar dapat memberikan respons cepat apabila terjadi kondisi darurat.
“Curah hujan masih cukup tinggi dan BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan sedang hingga sangat lebat. Karena itu kami memastikan kesiapan personel, logistik, dan peralatan kedaruratan tetap aman serta siap digunakan,” ujar, Kamis, 15 Januari 2026.
Sri Jarwati mengatakan ketersediaan logistik darurat dari sandang, pangan, hingga kebutuhan dasar lainnya masih dalam kondisi mencukupi.
Selain itu, peralatan pendukung penanganan bencana, seperti tenda pengungsian dan perlengkapan evakuasi, juga telah dipastikan siap.
“Logistik sampai saat ini masih aman. Peralatan dan tenda-tenda kedaruratan juga siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi lanjutan, BPBD Rembang juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memastikan dukungan tambahan dapat segera diperoleh apabila stok logistik daerah membutuhkan penguatan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan provinsi. Jika diperlukan, kami siap mengambil bantuan tambahan dari provinsi untuk memperkuat stok yang ada,” tambahnya.
BPBD Rembang turut memperkuat koordinasi lintas sektor dengan pemerintah desa, relawan kebencanaan, serta organisasi perangkat daerah terkait.
“Personel kami siaga 24 jam. Semua unsur sudah kami siapkan agar pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan maksimal,” tegas Sri Jarwati.
Sebelumnya, pada 8 hingga 11 Januari 2026, BPBD Kabupaten Rembang telah menangani sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi di beberapa wilayah. Seluruh kejadian tersebut telah dilaporkan kepada Bupati dan Wakil Bupati Rembang melalui nota dinas.
BPBD Rembang juga mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan longsor.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan kondisi darurat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











