REMBANG, Harianmuria.com – Berawal dari memanfaatkan limbah kulit ular yang sebelumnya tidak dimanfaatkan, UMKM Ula Leather asal Kabupaten Rembang berhasil berkembang menjadi produsen berbagai produk fesyen yang telah mengikuti pameran berskala nasional.
Owner Ula Leather, Ulaningsih mengatakan usahanya berdiri sejak 2017 dengan fokus awal mengolah kulit reptil menjadi produk bernilai tinggi seperti tas, dompet, ikat pinggang, dan aksesori lainnya.
“Awalnya kami melihat peluang dari limbah kulit ular yang tidak dimanfaatkan. Dari situ kami mengolahnya menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” ujar Ulaningsih Rabu, 1 Juni 2026.
Seiring perkembangan pasar, Ula Leather terus berinovasi. Tidak hanya menggunakan kulit reptil, kini produknya juga dibuat dari kulit sapi, domba, hingga buaya.
Selain itu, Ula Leather melayani pesanan custom dengan kombinasi batik maupun kain tenun agar tetap mengikuti tren fesyen. Menurutnya, menjaga kualitas bahan baku dan terus berinovasi menjadi kunci agar produknya mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Ulaningsih mengaku perkembangan usahanya tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM. Berbagai pembinaan, pelatihan, hingga fasilitasi promosi dan pameran telah membuka peluang pasar yang lebih luas.
“Banyak sekali peran Dindagkop UKM dalam membantu usaha kami, mulai dari promosi, pelatihan, hingga mengikutsertakan kami dalam berbagai pameran, termasuk Inacraft, JCC Jakarta, dan pameran lainnya,” katanya.
Ia berharap semakin banyak pelaku UMKM lokal yang berani naik kelas dengan terus menjaga kualitas produk dan tidak berhenti berinovasi.
“Kita harus yakin dengan produk sendiri, menjaga kualitas, jangan malu, dan jangan malas untuk terus berinovasi agar mampu memperluas pasar,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Rembang, M. Mahfudz, mengatakan pihaknya terus berkomitmen mendorong UMKM agar memiliki daya saing melalui pembinaan, pelatihan, fasilitasi promosi, hingga membuka akses pasar melalui berbagai pameran di tingkat regional maupun nasional.
Menurut Mahfudz, keberhasilan Ula Leather menjadi bukti bahwa UMKM lokal mampu berkembang apabila konsisten menjaga kualitas produk serta didukung dengan pembinaan yang berkelanjutan.
“Kami berharap semakin banyak UMKM di Rembang yang mampu naik kelas, memperluas jaringan pemasaran, dan menjadi produk unggulan yang mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional,” ujar Mahfudz.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Sekar











