REMBANG, Harianmuria.com – Konsisten donor darah, 73 pendonor di Kabupaten Rembang mendapat penghargaan dari Palang Merah Indonesia (PMI).
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 PMI sekaligus penyerahan penghargaan donor darah sukarela PMI Kabupaten Rembang Tahun 2026 di Pendopo Museum Kartini, Kamis, 17 September 2026.
Dari 73 pendonor yang menerima penghargaan, tiga orang tercatat telah mendonorkan darah 100 kali. Kemudian, 13 orang telah mencapai 75 kali donor dan 57 orang lainnya telah mendonorkan darah sebanyak 50 kali.
Bupati Rembang, Harno, mengapresiasi konsistensi para pendonor yang telah puluhan kali menyumbangkan darahnya. Ia menyebut aksi tersebut sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap sesama.
“Terima kasih kepada Bapak Ibu yang telah mendonorkan sampai 100 kali. Saya ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Bapak Ibu semuanya, masyarakat semuanya yang donor darah demi kemanusiaan,” ujarnya.
Harno juga mengajak masyarakat yang belum rutin mendonorkan darah untuk ikut berpartisipasi. Menurutnya, donor darah merupakan bentuk gotong royong yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Dalam kesempatan kali ini juga mengajak masyarakat yang belum bisa bersama-sama ikut mendonorkan darahnya demi kemanusiaan,” katanya.
Ia menambahkan, darah yang disumbangkan dapat menjadi sangat berarti bagi seseorang yang membutuhkan pertolongan medis.
“Setetes darah yang kita berikan hari ini dapat menjadi kehidupan bagi saudara di kemudian hari,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Rembang dr. Samsul Anwar menyampaikan terima kasih kepada seluruh pendonor yang selama ini telah berpartisipasi dalam kegiatan donor darah.
Menurutnya, kontribusi tidak hanya berasal dari pendonor yang telah mencapai puluhan kali. Mereka yang baru satu, lima, atau 10 kali donor juga memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan darah.
“Golongan pendonor yang lainnya, tidak harus 50 kali, yang satu kali, yang lima kali, 10 kali, kami sangat matur suwun sekali. Ini walaupun sedikit tapi rutin melaksanakan donor darah,” ungkap Samsul.
Ia berharap semakin banyak masyarakat menjadikan donor darah sebagai kegiatan rutin sehingga ketersediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan dapat terus terjaga.
Dalam kegiatan tersebut, PMI Kabupaten Rembang juga menyampaikan capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik (KAP) atas laporan keuangan tahun 2024 dan 2025.
Capaian tersebut diperoleh setelah PMI melakukan pembenahan tata kelola keuangan, termasuk menyelesaikan kewajiban utang sebesar Rp1,4 miliar serta memperkuat pengelolaan keuangan secara transparan dan akuntabel.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











