REMBANG, Harianmuria.com – Tiga nelayan rajungan tersambar petir saat melaut di area 15 mil sebelah utara Sluke, Rabu (15/2) sekira pukul 04.00 WIB. Sambaran petir tersebut menewaskan satu orang nelayan, sedangkan dua lainnya selamat.
Korban meninggal dunia bernama Pujiono, warga Kelurahan Pacar, Kecamatan/Kabupaten Rembang. Menurut informasi yang didapat dari aparat kepolisian, awalnya korban berangkat melaut menggunakan perahu dari Sungai Karanggeneng, Kecamatan Rembang, pada Rabu pukul 02.00 WIB.
Pujiono melaut bersama dua orang nelayan lainnya, Rian warga Desa Turusgede, Kecamatan Rembang dan Krisna Bayu warga Desa Lengkong, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati.
Setelah dua jam atau sekira pukul 04.00 pagi, mereka tiba di lokasi bobo rajungan. Kondisi cuaca pada saat itu sedang hujan disertai petir.
Sambaran petir pertama sempat mengenai bagian depan perahu yang mengakibatkan aki dan penerang lampu padam. Tak berselang lama, kilatan petir menyambar tiga orang nelayan ini.
Rian dan Krisna Bayu pingsan, sedangkan Pujiono meninggal dunia di tempat. Di tengah suasana yang masih gelap itu Rian mulai tersadar. Ia berusaha membangunkan rekannya.
“Saya panggil mas, mas, tapi masih belum siuman. Saya menangis waktu itu, karena melihat dua rekan saya tergeletak,“ ungkapnya kepada polisi.
Akhirnya Krisna Bayu tersadar sadar, kemudian berusaha mengecek Pujiono. Tapi, lantaran sudah tidak bernafas, kedua nelayan tersebut memutuskan untuk segera pulang.
Kasat Polair Polres Rembang AKP Sukamto mengatakan perahu nelayan tiba di Sungai Karanggeneng sekira pukul 09.00 WIB Rabu pagi. Pihaknya menerima informasi kejadian tersebut dari warga pengepul rajungan.
Setelah itu, anggota Satpolair bersama petugas kesehatan mengecek kondisi jenazah. Hasilnya, dipastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan.
“Dari hasil keterangan saksi dan pemeriksaan tenaga medis, korban diduga kuat meninggal dunia karena tersambar petir,“ bebernya.
AKP Sukamto menambahkan, potensi cuaca buruk di Laut Jawa dalam beberapa hari terakhir ini sudah diramalkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG).
“Kami rutin menyampaikan himbauan kepada nelayan. Tapi kemungkinan tuntutan kebutuhan, sehingga nelayan tetap berangkat melaut,“ imbuhnya.
Usai pemeriksaan, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (Lingkar Network | R Teguh Wibowo – Harianmuria.com)











