PATI, Harianmuria.com – Puluhan petani di Kabupaten Pati yang lahannya puso akibat banjir pada tahun 2023 baru menerima bantuan dari pemerintah pada Selasa, 22 April 2026.
Pelaksana tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menjelaskan keterlambatan penyaluran bantuan lahan puso karena kurangnya koordinasi. Namun, dapat teratasi setelah menjalin komunikasi intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB).
“Pemberian bantuan puso dari BNPB sempat tertunda, bahkan Pati ini harusnya sudah dicoret tapi dengan berbagai upaya alhamdulillah hari ini bisa terealisasi Rp15 miliar rupiah kepada sekitar 6.700 petani di empat kecamatan,” jelasnya di Pendopo Kabupaten Pati pada Selasa, 22 April 2026.
Bantuan puso diberikan kepada 6.700 petani di empat kecamatan, Pati, Sukolilo, Jakenan, dan Kayen. Setiap hektare lahan mendapat bantuan Rp8 juta rupiah.
Sementara itu, Kepala Desa Wegil, Kecamatan Sukolilo Heri Priyanto menyebutkan bahwa bantuan disalurkan melalui rekening yang bisa dicairkan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
“Penyerahannya dalam bentuk buku rekening. Karena kemarin dijadwalkan, menurut petunjuk dari BNI bisa tiap hari hanya Rp2 miliar. Jadi pengambilannya ada tanggal dan hari untuk desa masing-masing,” ucapnya.
Heri mengaku bantuan puso tersebut sangat membantu petani untuk menggarap lahan kembali.
“Alhamdulillah sangat membantu karena dengan bantuan itu bisa untuk beli bibit, untuk pekerjaan, dan untuk lain-lain, untuk pelaksanaan penanaman padi,” terangnya.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network











