PATI, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Pati merespons wacana pembangunan SMA negeri di wilayah Pati selatan, Kecamatan Jaken dan Tambakromo.
Wacana pembangunan dua SMA negeri di Pati selatan itu sempat mencuat ketika paguyuban Madrasah Aliyah se-Kecamatan Margoyoso audiensi bertemu Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin pada Senin 9 Februari 2026.
Kecamatan Jaken dan Tambakromo menjadi sasaran pembangunan SMA negeri karena masuk kategori blank spot.
Namun, ikhwal wacana tersebut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Pati, Muhtar, menyebut belum ada komunikasi intens dengan pemprov.
Muhtar mengatakan apabila sudah ada perencanaan yang matang, pihaknya akan mengirimkan kondisi riil di lapangan. Termasuk kesiapan lahan di dua kecamatan yang akan dibangun gedung sekolah.
“Itu adalah kewenangan provinsi, kami hanya menyampaikan kondisinya seperti apa kendala permasalahannya seperti apa. Sehingga itu nanti bisa dijadikan pertimbangan oleh provinsi. Pak Plt juga sudah menyampaikan mungkin kendalanya di area untuk level sekolah setingkat SMA. Nanti kita bangun kontak (komunikasi ) yang baik,” kata Muhtar, Rabu, 1 April 2026.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin pada Senin 9 Februari 2026 mengatakan pemprov berencana membangun SMA negeri di wilayah Pati selatan.
“Kita tidak punya rencana (pembangunan SMA) di Margoyoso, tapi adanya di Tambakromo dan Jaken,” ujar Wagub Jateng saat menerima audiensi Paguyuban Madrasah Aliyah se-Kecamatan Margoyoso di Ruang Rapat Wakil Gubernur Jawa Tengah, Senin 9 Februari 2026.
Wagub Jateng pun meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah untuk memastikan aspek administrasi terkait rencana yang sempat beredar di masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Atas, Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, Kusno, menyampaikan berdasarkan basis data yang dimiliki, Kabupaten Pati memiliki dua kecamatan yang masuk kategori blank spot pendidikan.
Ia menegaskan, Kecamatan Margoyoso tidak direkomendasikan untuk pendirian SMA Negeri baru.
“Sesuai arahan Kepala Dinas dan juga hasil audiensi dengan Bapak Wakil Gubernur, pendirian SMA Negeri di Margoyoso tidak direkomendasikan,” katanya.
Kendati begitu, ia memastikan Disdik Jateng akan mengecek apakah sudah ada surat resmi dari Pemerintah Kabupaten Pati terkait usulan pendirian SMA Negeri Margoyoso.
“Kalau ada surat dari Kabupaten Pati, kami akan memberikan jawaban tertulis sesuai arahan Bapak Wakil Gubernur. Namun jika belum ada, fokus kami tetap pada Tambakromo dan Jaken,” ujarnya.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network











