PATI, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Pati mendapat bantuan dana pemerintah pusat untuk penanganan tanggul rusak imbas bencana hidrometeorologi yang melanda pada awal Januari 2026.
Data dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bidang Sumber Daya Air (DPUTR SDA) mencatat tanggul rusak ada di sejumlah titik. Ada tanggul di Desa Bulumanis Kidul, Pagerharjo, Ngurenrejo, Ngurensiti, Ketitang Wetan, Tambahmulyo, dan di Pasuruhan mengalami jebol akibat derasnya arus sungai.
“Kemarin ada beberapa lokasi tanggul jebol seperti di Bulumanis Kidul, dan beberapa tanggul di Margoyoso. Kemudian ada di Ngurenrejo, Ngurensiti, Pagerharjo, mungkin total ada sekitar 7 sampai 8 tanggul yang mengalami kerusakan,” ujar Kabid SDA, Widyotomo pada Selasa, 3 Februari 2026.
Pemerintah memanfaatkan dana tak terduga APBD 2026 untuk memperbaiki tanggul jebol. Perbaikan sementara itu menggunakan sandbag, tanah, genteng, serta trucuk bambu untuk memperkuat tanggul.
“Sistem perbaikan pakai karung berisi pasir, tanah, genteng, dan trucuk bambu. Masih manual, belum permanen karena sifatnya darurat, kita pakai itu. Anggarannya nanti kalau ada perubahan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) yang urgent berapa lewat BTT (Biaya Tidak Terduga),” ungkap Widyo.
Pihaknya tidak bisa memastikan penanganan semi permanen itu bisa bertahan lama atau hanya sebentar. Namun ia memastikan tanggul jebol akan diperbaiki permanen.
DPUTR Pati telah mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat melalui Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) sebesar Rp45 miliar untuk perbaikan permanen pada sejumlah titik tanggul jebol.
“Kemungkinan dekat permukiman permanen diperbaiki, yang dekat sawah nanti. Kemarin ada dana dari BNPB (Badan Nasional Penanganan Bencana) untuk perbaikan permanen Rp45 miliar, itu keseluruhan. Kita buat skala prioritas yang mana,” tutup Widyo.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Ulfa











