PATI, Harianmuria.com – Kekeringan yang melanda wilayah Kabupaten Pati mengundang reaksi dari banyak pihak. Tak terkecuali Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Ali Badrudin. Lantaran bencana kekeringan yang semakin meluas, Ali mengimbau agar setiap perusahaan yang ada di Bumi Mina Tani turut memberikan bantuan dana CSR untuk mengangai krisis air bersih.
Menurutnya, keuntungan yang cukup banyak dari perusahaan dapat sedikitnya dialokasikan untuk membantu masyarakat terdampak kekeringan.
“Saat ini sebelum itu kita harus beri bantuan. Jadi tidak hanya air bersih saja. Kalau memang dari APBD terbatas, kita panggil perusahaan yang ada di Pati. Kita ambil CSR-nya untuk air bersih,” pintanya, Senin, 4 September 2023.
Salah satunya adalah keberadaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Ali mendorong, agar program pipanisasi PDAM dapat direalisasikan untuk mengantisipasi dampak terburuk musim kemarau.
“Harapan kami untuk 2024 segera dianggarkan pipanisasi yang bisa disalurkan ke masyarakat. Lewat PDAM, itu sudah dibuat embung tetapi belum dimanfaatkan untuk segera dioperasikan,” imbuh Ali.
Tak lupa, dirinya juga mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi kepada pihak-pihak maupun relawan yang telah mendistribusikan bantuan air bersih ke sejumlah desa terdampak kekeringan.
Selain dari pihak swasta, Ketua DPRD Pati ini juga mendorong agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk segera mengajukan bantuan ke pemerintah pusat, jika memang kondisi kekeringan semakin parah.
“Kalau di legislatif kemarin sudah clear. Kami diundang untuk segera dimanfaatkan untuk mengatasi kekeringan di Pati,” tandasnya.
Seperti diketahui, kekeringan yang terjadi di Pati semakin meluas. Tak hanya di Pati Selatan maupun di Pati Timur, kekeringan kini mulai merambah ke Pati Utara. Bantuan air bersih pun telah senantiasa di-dropping oleh BPBD Pati untuk membantu masyarakat yang krisis air bersih. (Lingkar Network | Arif Febriyanto – Harianmuria.com)











