PATI, Harianmuria.com – Dalam dua pekan terakhir, Kabupaten Pati menjadi bahan olok-olok di berbagai platform media sosial. Hal ini imbas dari kasus pengeroyokan yang menewaskan bos rental mobil asal Jakarta di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo pada Kamis 6 Juni 2024 silam.
Dua pekan berlalu, kota berjuluk Bumi Minta Tani hingga kini masih menjadi perbincangan hangat. Menanggapi hal ini, Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati Joni Kurnianto, menyebut jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tidak serius untuk mengembalikan citra Pati.
Joni meminta agar Bupati dan jajarannya bisa tanggap menangani persoalan itu dan jangan terkesan melakukan pembiaran.
“Harusnya yang terdepan memerangi masalah itu adalah eksekutif, yakni Bupati dan bawahannya, jangan dibiarkan begitu saja,” sindir Joni saat ditemui pasca rapat paripurna di Gedung DPRD Pati, Rabu 19 Juni 2024.
Politisi Partai Demokrat itu juga menyinggung adanya aksi damai yang dilakukan oleh sejumlah elemen di Alun-alun Simpang Lima Pati beberapa waktu lalu. Pasalnya, hanya dari Ormas, Karang Taruna, seniman dan beberapa organisasi lain yang terlibat dalam aksi tersebut. Ia pun mempertanyakan keberadaan Pj Bupati.
“Pak Bupati harusnya cepat tanggap, jangan diam saja, kasihan teman-teman kita diluar sana, yang dihujat oleh para netizen dan masyarakat luar,” tutupnya.
Mengingat stigma negatif yang masih bermunculan, besar harapan dari Joni agar Pemkab bisa segera mencarikan solusi. Sebab, ke depan ia menilai akan berdampak luas. Tidak hanya masyarakat di Pati, tetapi warga Pati yang berada di tanah rantau juga akan terimbas. (Lingkar Network | Arif Febriyanto – Harianmuria.com)











