• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Kamis, Agustus 13, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Dongkrak Produksi Ikan dan Program Kampung Nelayan, JMSI Jateng Usul Reklamasi Pantai Banyutowo Pati

ulfa puspa by ulfa puspa
26 Mei 2026
in Pati, Highlight, News
66 5
Ketua JMSI Jawa Tengah, Agus Sunarko (kiri), bersama Ketua Plh. JMSI Pusat Ari Rahman, meninjau kawasan Pantai Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati yang diusulkan untuk direklamasi guna membuka akses kapal besar ke TPI Banyutowo. (dok for Harianmuria.com)

Ketua JMSI Jawa Tengah, Agus Sunarko (kiri), bersama Ketua Plh. JMSI Pusat Ari Rahman, meninjau kawasan Pantai Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati yang diusulkan untuk direklamasi guna membuka akses kapal besar ke TPI Banyutowo. (dok for Harianmuria.com)

543
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

PATI, Harianmuria.com — Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Jawa Tengah mengusulkan reklamasi di kawasan Pantai Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, sebagai langkah strategis untuk mendukung peningkatan produksi perikanan sekaligus memperkuat keberhasilan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Usulan tersebut mencuat saat Ketua Harian JMSI Pusat berkunjung ke JMSI Jawa Tengah pada Minggu, 24 Mei 2026. Dalam kunjungan itu, Ketua JMSI Jawa Tengah Agus Sunarko mengajak jajaran JMSI Pusat meninjau langsung kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Banyutowo, serta program KNMP yang mulai berjalan sejak 2025, di Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati.

Di sela-sela kunjungan itu, kedua belah pihak berdiskusi tentang potensi daerah dan peluang pengembangan sektor perikanan yang dinilai selaras dengan program prioritas nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Sehingga tadi kita akhirnya mengerucut pada pembahasan bagaimana JMSI hadir untuk mengawal program-program prioritas Pak Presiden,” kata Agus Sunarko, yang akrab disapa Agsun.

Menurut Agsun, untuk wilayah Jawa Tengah, JMSI menaruh perhatian khusus terhadap pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Banyutowo. Program tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya para nelayan.

“Untuk Jawa Tengah, fokus JMSI Jateng adalah di Kampung Nelayan Merah Putih, karena kebetulan di Pati ada program KNMP tahun 2025 di Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti,” ujarnya.

Sebagai salah satu kawasan pesisir utama di Kabupaten Pati, Banyutowo selama ini dikenal sebagai sentra aktivitas perikanan tangkap. Kawasan TPI Banyutowo menjadi tempat bersandar dan bongkar muat hasil laut para nelayan dari berbagai wilayah pesisir utara Jawa. Aktivitas ekonomi masyarakat setempat pun sebagian besar bertumpu pada sektor kelautan dan perikanan.

Namun di balik potensi besar tersebut, pelabuhan perikanan Banyutowo masih menghadapi persoalan klasik berupa pendangkalan dan munculnya tanah timbul atau “gegeran” di sepanjang bibir pantai. Kondisi itu membuat kapal-kapal berukuran besar kesulitan merapat langsung ke area TPI.

Akibatnya, kapal yang dapat bersandar langsung di TPI Banyutowo hanya kapal berukuran di bawah 10 gross ton (GT). Sementara kapal dengan ukuran lebih besar harus menggunakan kapal pengangkut untuk memindahkan hasil tangkapan ke daratan.

“Karena di TPI Banyutowo ini berbatasan langsung dengan tepi laut, dan di sana ternyata kapal-kapal yang bisa bersandar di TPI hanya kapal di bawah 10 gross ton. Sementara kapal di atas 10 gross ton itu kalau mau bersandar ke TPI harus diangkut oleh kapal pengangkut,” jelasnya.

Kondisi tersebut dinilai Agsun, berdampak langsung terhadap biaya operasional nelayan. Penggunaan kapal pengangkut membuat biaya produksi meningkat dan mengurangi efisiensi distribusi hasil tangkapan ikan.

Selain itu, keterbatasan akses sandar juga membuat pemilik kapal besar enggan membongkar hasil tangkapannya di Banyutowo. Akibatnya, potensi ekonomi yang seharusnya bisa dinikmati masyarakat sekitar belum optimal.

“Dampaknya akan menambah biaya produksi pemilik kapal di atas 10 GT yang ingin bersandar ke TPI. Yang kedua akan mengurangi minat dari pemilik kapal di atas 10 GT yang mau bersandar,” lanjutnya.

Berangkat dari kondisi tersebut, JMSI Jawa Tengah mengusulkan reklamasi di kawasan pesisir Banyutowo. Langkah itu dinilai dapat membuka akses kapal-kapal besar agar bisa bersandar langsung di pelabuhan perikanan setempat.

“Karena itu kami ada ide untuk bisa meningkatkan produksi ikan di Banyutowo bertambah signifikan dan bisa membantu eksistensi serta kemanfaatan KNMP. Ada usulan untuk reklamasi di TPI Banyutowo,” kata Agsun.

Ia menambahkan, reklamasi diperlukan karena keberadaan tanah timbul di sepanjang pantai menjadi penghambat utama akses kapal besar menuju TPI.

“Tidak bisanya kapal-kapal itu bersandar di TPI Banyutowo karena ada gegeran, seperti tanah timbul yang ada di sepanjang Pantai Banyutowo yang menghalangi kapal-kapal di atas 10 GT untuk bersandar. Sehingga perlu menggunakan kapal pengangkut untuk membawa ikan ke TPI,” ujarnya.

Menurut JMSI, apabila akses pelabuhan dapat diperbaiki, maka produksi ikan di Banyutowo berpotensi meningkat signifikan. Hal itu sekaligus akan memperkuat keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pesisir utara Pati.

KNMP Banyutowo merupakan salah satu dari 65 lokasi yang dibangun pada 2025 di 24 provinsi dan dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih. Total anggaran yang digulirkan adalah Rp10 miliar.

Beberapa fasilitas yang dibangun diantaranya gudang berpendingin, pabrik es, kios nelayan, sentra kuliner, balai nelayan, gapura, dan jalan lingkungan. Hasil perikanan dari KNMP Banyutowo diharapkan dapat mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Program KNMP sendiri digagas untuk mendorong modernisasi kampung nelayan, peningkatan produktivitas sektor kelautan, hingga penguatan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pembangunan sarana pendukung perikanan dan pemberdayaan ekonomi nelayan.

 Jurnalis: JMSI Network

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita PatiJMSIJMSI Jatengpati
SummarizeShare39SendShare
Previous Post

Perang Obor Tegalsambi Jepara Sedot Antusiasme Warga

Next Post

Rumah Joglo Milik Warga Penanggungan Pati Rusak Disambar Petir

ulfa puspa

ulfa puspa

Berita Terkait

AMPB Bawa Tuntutan soal Pajak dan RUU Perampasan Aset dalam Reuni Akbar 13 Agustus

AMPB Bawa Tuntutan soal Pajak dan RUU Perampasan Aset dalam Reuni Akbar 13 Agustus

by Sekar Sari
12 Agustus 2026
511

PATI, Harianmuria.com - Sejumlah tuntutan akan disuarakan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dalam Reuni Akbar pada 13 Agustus 2026. Massa mendesak DPRD Pati menggelar rapat paripurna untuk menghapus...

Didemo soal Larangan Sound Horeg, Camat Tayu Pati: Saya Cabut

Didemo soal Larangan Sound Horeg, Camat Tayu Pati: Saya Cabut

by Sekar Sari
12 Agustus 2026
518

PATI, Harianmuria.com - Ratusan warga Tayu, Kabupaten Pati, menggelar aksi di depan Kantor Kecamatan Tayu, Rabu, 12 Agustus 2026. Mereka memprotes larangan penggunaan sound horeg yang disampaikan Camat...

HUT ke-81 RI, Dewan Pati Dukung Turnamen Voli di Winong Jadi Ajang Asah Prestasi Olahraga

HUT ke-81 RI, Dewan Pati Dukung Turnamen Voli di Winong Jadi Ajang Asah Prestasi Olahraga

by ulfa puspa
12 Agustus 2026
515

PATI, Harianmuria.com – Sekretaris Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Kastomo, berharap turnamen voli dalam rangka peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi sarana mengasah prestasi olahraga. Diketahui, turnamen voli...

Dewan Pati Dukung Penyerapan Telur Peternak Lokal ke SPPG Jadi Solusi Sektor Peternakan

Dewan Pati Dukung Penyerapan Telur Peternak Lokal ke SPPG Jadi Solusi Sektor Peternakan

by ulfa puspa
12 Agustus 2026
515

PATI, Harianmuria.com – Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, mendorong solusi nyata dari persoalan sektor peternakan, khususnya peternak ayam. Hal tersebut disampaikan Muslihan saat menghadiri pertemuan bersama...

Load More

BERITA UTAMA

Didemo soal Larangan Sound Horeg, Camat Tayu Pati: Saya Cabut

Didemo soal Larangan Sound Horeg, Camat Tayu Pati: Saya Cabut

12 Agustus 2026
518
Ratusan monyet ekor panjang turun ke lahan pertanian warga di sejumlah daerah Jateng saat kemarau 2026, merusak tanaman petani.

Kawanan Monyet Ekor Panjang Turun Gunung, Serbu Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Jateng

12 Agustus 2026
528
Petani Kopi di Kendal Diajari Kendalikan Hama Secara Terpadu dan Ramah Lingkungan

Petani Kopi di Kendal Diajari Kendalikan Hama Secara Terpadu dan Ramah Lingkungan

11 Agustus 2026
543
Peternak Ayam di Grobogan Desak Pemerintah Stabilkan Harga Pakan dan Telur

Peternak Ayam di Grobogan Desak Pemerintah Stabilkan Harga Pakan dan Telur

10 Agustus 2026
521

TRENDING HARI INI

  • 80 Siswa Jadi Angkatan Perdana SNT 14 Jepara, MPLS Digelar di BBPMP Jateng

    80 Siswa Jadi Angkatan Perdana SNT 14 Jepara, MPLS Digelar di BBPMP Jateng

    128 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Baru Masuk China, Ekspor Durian Sulteng Langsung Tembus 7.344 Ton

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Petani Kopi di Kendal Diajari Kendalikan Hama Secara Terpadu dan Ramah Lingkungan

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Kawanan Monyet Ekor Panjang Turun Gunung, Serbu Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Jateng

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Warga Binaan Rutan Blora Difasilitasi Pendidikan Kesetaraan Gratis hingga Dapat Ijazah

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Jalan Semarang-Purwodadi di Grobogan Diperbaiki, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

    130 shares
    Share 52 Tweet 33
  • Dugaan Keracunan MBG Terulang, DPRD Rembang Beri Peringatan Keras ke SPPG

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

1 dari 14 Pasien DBD di Blora Meninggal, Dinkes Imbau Warga Waspada

1 dari 14 Pasien DBD di Blora Meninggal, Dinkes Imbau Warga Waspada

31 Maret 2026
558
Status BLUD mendorong peningkatan mutu layanan RSUD di Blora menjadi lebih fleksibel, inovatif, dan mandiri secara keuangan.

Status BLUD Dorong Inovasi dan Tingkatkan Layanan RSUD di Blora

22 September 2025
534

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya