• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Dongkrak Produksi Ikan dan Program Kampung Nelayan, JMSI Jateng Usul Reklamasi Pantai Banyutowo Pati

ulfa puspa by ulfa puspa
26 Mei 2026
in Pati, Highlight, News
68 4
Ketua JMSI Jawa Tengah, Agus Sunarko (kiri), bersama Ketua Plh. JMSI Pusat Ari Rahman, meninjau kawasan Pantai Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati yang diusulkan untuk direklamasi guna membuka akses kapal besar ke TPI Banyutowo. (dok for Harianmuria.com)

Ketua JMSI Jawa Tengah, Agus Sunarko (kiri), bersama Ketua Plh. JMSI Pusat Ari Rahman, meninjau kawasan Pantai Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati yang diusulkan untuk direklamasi guna membuka akses kapal besar ke TPI Banyutowo. (dok for Harianmuria.com)

553
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

PATI, Harianmuria.com — Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Jawa Tengah mengusulkan reklamasi di kawasan Pantai Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, sebagai langkah strategis untuk mendukung peningkatan produksi perikanan sekaligus memperkuat keberhasilan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Usulan tersebut mencuat saat Ketua Harian JMSI Pusat berkunjung ke JMSI Jawa Tengah pada Minggu, 24 Mei 2026. Dalam kunjungan itu, Ketua JMSI Jawa Tengah Agus Sunarko mengajak jajaran JMSI Pusat meninjau langsung kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Banyutowo, serta program KNMP yang mulai berjalan sejak 2025, di Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati.

Di sela-sela kunjungan itu, kedua belah pihak berdiskusi tentang potensi daerah dan peluang pengembangan sektor perikanan yang dinilai selaras dengan program prioritas nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Sehingga tadi kita akhirnya mengerucut pada pembahasan bagaimana JMSI hadir untuk mengawal program-program prioritas Pak Presiden,” kata Agus Sunarko, yang akrab disapa Agsun.

Menurut Agsun, untuk wilayah Jawa Tengah, JMSI menaruh perhatian khusus terhadap pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Banyutowo. Program tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya para nelayan.

“Untuk Jawa Tengah, fokus JMSI Jateng adalah di Kampung Nelayan Merah Putih, karena kebetulan di Pati ada program KNMP tahun 2025 di Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti,” ujarnya.

Sebagai salah satu kawasan pesisir utama di Kabupaten Pati, Banyutowo selama ini dikenal sebagai sentra aktivitas perikanan tangkap. Kawasan TPI Banyutowo menjadi tempat bersandar dan bongkar muat hasil laut para nelayan dari berbagai wilayah pesisir utara Jawa. Aktivitas ekonomi masyarakat setempat pun sebagian besar bertumpu pada sektor kelautan dan perikanan.

Namun di balik potensi besar tersebut, pelabuhan perikanan Banyutowo masih menghadapi persoalan klasik berupa pendangkalan dan munculnya tanah timbul atau “gegeran” di sepanjang bibir pantai. Kondisi itu membuat kapal-kapal berukuran besar kesulitan merapat langsung ke area TPI.

Akibatnya, kapal yang dapat bersandar langsung di TPI Banyutowo hanya kapal berukuran di bawah 10 gross ton (GT). Sementara kapal dengan ukuran lebih besar harus menggunakan kapal pengangkut untuk memindahkan hasil tangkapan ke daratan.

“Karena di TPI Banyutowo ini berbatasan langsung dengan tepi laut, dan di sana ternyata kapal-kapal yang bisa bersandar di TPI hanya kapal di bawah 10 gross ton. Sementara kapal di atas 10 gross ton itu kalau mau bersandar ke TPI harus diangkut oleh kapal pengangkut,” jelasnya.

Kondisi tersebut dinilai Agsun, berdampak langsung terhadap biaya operasional nelayan. Penggunaan kapal pengangkut membuat biaya produksi meningkat dan mengurangi efisiensi distribusi hasil tangkapan ikan.

Selain itu, keterbatasan akses sandar juga membuat pemilik kapal besar enggan membongkar hasil tangkapannya di Banyutowo. Akibatnya, potensi ekonomi yang seharusnya bisa dinikmati masyarakat sekitar belum optimal.

“Dampaknya akan menambah biaya produksi pemilik kapal di atas 10 GT yang ingin bersandar ke TPI. Yang kedua akan mengurangi minat dari pemilik kapal di atas 10 GT yang mau bersandar,” lanjutnya.

Berangkat dari kondisi tersebut, JMSI Jawa Tengah mengusulkan reklamasi di kawasan pesisir Banyutowo. Langkah itu dinilai dapat membuka akses kapal-kapal besar agar bisa bersandar langsung di pelabuhan perikanan setempat.

“Karena itu kami ada ide untuk bisa meningkatkan produksi ikan di Banyutowo bertambah signifikan dan bisa membantu eksistensi serta kemanfaatan KNMP. Ada usulan untuk reklamasi di TPI Banyutowo,” kata Agsun.

Ia menambahkan, reklamasi diperlukan karena keberadaan tanah timbul di sepanjang pantai menjadi penghambat utama akses kapal besar menuju TPI.

“Tidak bisanya kapal-kapal itu bersandar di TPI Banyutowo karena ada gegeran, seperti tanah timbul yang ada di sepanjang Pantai Banyutowo yang menghalangi kapal-kapal di atas 10 GT untuk bersandar. Sehingga perlu menggunakan kapal pengangkut untuk membawa ikan ke TPI,” ujarnya.

Menurut JMSI, apabila akses pelabuhan dapat diperbaiki, maka produksi ikan di Banyutowo berpotensi meningkat signifikan. Hal itu sekaligus akan memperkuat keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pesisir utara Pati.

KNMP Banyutowo merupakan salah satu dari 65 lokasi yang dibangun pada 2025 di 24 provinsi dan dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih. Total anggaran yang digulirkan adalah Rp10 miliar.

Beberapa fasilitas yang dibangun diantaranya gudang berpendingin, pabrik es, kios nelayan, sentra kuliner, balai nelayan, gapura, dan jalan lingkungan. Hasil perikanan dari KNMP Banyutowo diharapkan dapat mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Program KNMP sendiri digagas untuk mendorong modernisasi kampung nelayan, peningkatan produktivitas sektor kelautan, hingga penguatan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pembangunan sarana pendukung perikanan dan pemberdayaan ekonomi nelayan.

 Jurnalis: JMSI Network

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita PatiJMSIJMSI Jatengpati
SummarizeShare40SendShare
Previous Post

Perang Obor Tegalsambi Jepara Sedot Antusiasme Warga

Next Post

Rumah Joglo Milik Warga Penanggungan Pati Rusak Disambar Petir

ulfa puspa

ulfa puspa

Berita Terkait

Puluhan warga Desa Karangsari, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menggelar aksi protes di Polsek Cluwak, Selasa, 13 Oktober 2026. (Dok. LBH Semarang/Harianmuria.com)

Konflik Lahan 174 Hektare, Warga Karangsari Pati Desak Polisi Hentikan Kriminalisasi Petani

by Redaksi
14 Oktober 2026
529

PATI, Harianmuria.com – Puluhan warga Desa Karangsari, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mendatangi Polsek Cluwak untuk mendesak kepolisian menghentikan proses hukum terhadap petani yang terlibat konflik agraria...

Musancab Digelar Serentak di 21 Kecamatan, PPP Pati Bidik Perolehan 9 Kursi DPRD

Musancab Digelar Serentak di 21 Kecamatan, PPP Pati Bidik Perolehan 9 Kursi DPRD

by Sekar Sari
11 Oktober 2026
646

PATI, Harianmuria.com – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pati mulai menyiapkan langkah untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif. Partai berlambang Kabah ini memasang target meraih tujuh hingga sembilan kursi...

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra. (Harianmuria.com)

Pengawasan Trotoar Pati Dikritik Sudewo, Plt Bupati Chandra Bakal Minta Penjelasan Kementerian PU

by Redaksi
10 Oktober 2026
603

PATI, Harianmuria.com – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra akan menemui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk membahas pembangunan trotoar di Jalan Panglima Sudirman, Kabupaten Pati, Jawa...

Monitor Penataan Trotoar Jalan Sudirman Pati, Kementerian PU Pastikan Sesuai Spek

Monitor Penataan Trotoar Jalan Sudirman Pati, Kementerian PU Pastikan Sesuai Spek

by ulfa puspa
8 Oktober 2026
531

PATI, Harianmuria.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Balai Penataan Bangunan, Permukiman, dan Kawasan, Dika Dwi Angga,meninjau proyek penataan trotoar Jalan Sudirman, Kabupaten...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
526
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
526
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
545

TRENDING HARI INI

  • SPPG di Kendal Wajib Ambil Telur dari Peternak Lokal dengan Harga Rp26 Ribu

    Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Pekan Batik Nusantara 2026 di Kota Pekalongan Pertemukan Pelaku UMKM dari Berbagai Daerah

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • DPU Semarang Keruk 33 Sungai Hingga Benahi Drainase Jelang Musim Hujan

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Kartun Hafiz & Hafiza, salah satu rekomendasi tontonan menarik dapat kenalkan anak pada Al Quran. (YouTube Hafiz&Hafiza/Harianmuria.com)

7 Rekomendasi Kartun Islami Menarik Ini Bantu Kenalkan Anak pada Al-Qur’an

9 Desember 2022
1.2k
ILUSTRASI: Jeruk Pamelo yang sering dikira sama dengan jeruk bali. (Facebook/Harianmuria.com)

Sering Dikira Sama, 8 Perbedaan Jeruk Pamelo Khas Pati dengan Jeruk Bali

23 September 2022
3.9k

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya