PATI, Harianmuria.com – Masalah penonaktifan peserta BPJS Kesehatan segmen penerima bantuan iuran (PBI) menghambat masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan.
“Masukan terbesar hari ini adalah masyarakat banyak yang mengeluh terkait dinonaktifkannya BPJS yang PBI. Terutama PBI APBD maupun PBI APBN, sangat banyak sekali yang dinonaktifkan tanpa adanya pemberitahuan kepada masyarakat,” kata anggota DPRD Pati, Yoga Darmawan, Senin, 9 Maret 2026.
Menurut anggota dewan Pati yang duduk di Komisi D ini, kondisi tersebut membuat masyarakat kebingungan sebab baru tahu statusnya nonaktif saat berobat.
Oleh karena itu, Yoga juga mengimbau masyarakat secara berkala mengecek status keaktifan kepesertaan BPJS mereka.
“Saya juga mengimbau kepada masyarakat untuk mengecek keaktifan nomor BPJS-nya melalui aplikasi maupun melalui perangkat desa yang ada di desa-desa,” ucapnya.
Do sisi lain, Ketua DPRD Pati telah menginstruksikan jajarannya untuk mengalokasikan dana pokir 2027 ke sektor kesehatan, salah satunya untuk mengawal warga terdampak penonaktifan BPJS Kesehatan.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network











