PATI, Harianmuria.com – Wakil Ketua II DPRD Pati, Bambang Susilo, mendukung pemerintah dalam penanganan jangka panjang masalah kekeringan, salah satunya pembuatan sumur dalam.
Rencana pembangunan sumur dalam telah disampaikan pemerintah dalam rapat pembahasan penanganan kekeringan dan karhutla pada Kamis, 17 September 2026.
“Ke depan perlu dilakukan langkah strategis untuk menangani kekeringan, tidak hanya tangki (bantuan air bersih saja),” kata Bambang.
Bambang menyebut pemerintah akan mencoba membuat sumur dalam di beberapa titik rawan kekeringan sebagai sumber air baru.
“Kita sepakat, selama untuk kepentingan masyarakat terdampak kekeringan maupun bencana yang lain kita sangat setuju dan berharap cepat dilaksanakan,” ucapnya.
Tanggap Darurat Kekeringan di Pati, Pemkab Gelontorkan BTT Rp250 Juta Bantu 40 Desa Terdampak
Adapun Pemkab Pati menggunakan dana Belanja Tak Terduga atau BTT senilai Rp250 juta untuk penanganan bencana kekeringan.
“Selain droping air kami juga melihat titik-titik air di wilayah desa terdampak terdekat supaya bisa kita alokasikan di 2027 untuk pengadaan susmur-sumur dalam. Kami juga diskusi terus dengan Kementerian pupur untuk dibantu pembuatan sumur dalam di daerah terdampak kekeringan,” kata Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra. (Adv)
Jurnalis: Fahtur Rohman/Lingkar Network
Editor: Ulfa











