JEPARA, Harianmuria.com – Kabupaten Jepara tidak hanya dikenal sebagai Kota Ukir, tetapi juga sebagai rumah bagi salah satu sentra kerajinan tenun tradisional paling tersohor di Indonesia, yaitu Tenun Troso.
Berlokasi di Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, kawasan ini berkembang menjadi destinasi wisata budaya yang memadukan tradisi turun-temurun dan pengalaman edukasi bagi wisatawan.
Suasana Autentik Desa Perajin
Sebagai desa penghasil kain tenun terbesar di Jepara, Troso menghadirkan suasana autentik yang sulit ditemukan di daerah lain. Deru alat tenun bukan mesin (ATBM) terdengar dari berbagai penjuru rumah warga, menandai aktivitas harian para perajin yang tetap menjaga warisan leluhur.
Setiap lembar kain dibuat melalui ketelatenan dan keahlian tangan, serta mengandung filosofi panjang dalam motif dan coraknya.
“Keistimewaan Tenun Troso adalah prosesnya yang masih mempertahankan teknik manual, sehingga setiap kain punya nilai seni dan karakter unik,” ujar Solihul, salah satu perajin tenun.
Motif tenun yang dihasilkan pun sangat beragam, mulai dari motif Jepara klasik, ikat, rangrang, hingga motif kontemporer yang kini digemari anak muda.
Wisata Edukasi Menenun
Selain berbelanja, wisatawan dapat mengikuti tur edukasi untuk melihat langsung proses perakitan benang hingga menjadi kain berkualitas tinggi.
Banyak rumah produksi membuka pintu bagi pengunjung yang ingin mencoba sendiri proses menenun, menjadikannya pengalaman wisata yang interaktif dan sarat nilai budaya.
Bagi wisatawan yang ingin merasakan Jepara lebih dekat, berkunjung ke Desa Troso menjadi pilihan tepat. Di sini, pengalaman wisata bukan hanya tentang melihat, tetapi juga memahami perjalanan panjang sebuah karya seni yang lahir dari ketekunan dan cinta pada tradisi.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki










