PATI, Harianmuria.com – Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pati terus menggencarkan pelatihan pemasaran digital kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk mendorong UMKM lokal naik kelas dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Pelatihan melibatkan ratusan pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha. Materi yang diberikan mencakup strategi digital marketing, pengelolaan media sosial, pemanfaatan e-commerce, hingga simulasi promosi produk secara daring.
UMKM Naik Kelas Lewat Pemasaran Digital
Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pati, Hendri Kristianto, menjelaskan bahwa transformasi digital menjadi fokus utama dalam pembinaan UMKM tahun ini.
“UMKM perlu memahami cara memasarkan produk secara digital agar mampu bertahan dan berkembang di era digital saat ini. Kami tidak hanya memberikan teori, tapi juga praktik langsung, termasuk pendampingan bersama Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah,” jelas Hendri.
Efektif, Omzet UMKM Naik 20–50 Persen
Hendri menambahkan, hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa pelaku UMKM yang menerapkan pemasaran digital mengalami peningkatan omzet yang signifikan, bahkan mencapai 50 persen.
“Dari hasil evaluasi pendampingan, rata-rata omzet pelaku UMKM meningkat antara 20 hingga 50 persen. Aset usaha mereka pun ikut bertambah, berkat akses pasar yang lebih luas melalui platform digital,” ujarnya.
Ribuan UMKM Dibekali Pelatihan Manajemen
Lebih dari 1.000 UMKM di Kabupaten Pati telah mengikuti pelatihan manajemen usaha dan digitalisasi pemasaran selama empat tahun terakhir. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas jangkauan pasar, serta memperkuat daya saing UMKM lokal.
Dengan pelatihan yang berkelanjutan, Dinas Koperasi dan UMKM Pati berharap pelaku usaha tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang hingga mampu menembus pasar nasional bahkan internasional.
“Kami ingin UMKM Pati tidak kalah dengan daerah lain. Semangat kami adalah menjadikan UMKM sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang tangguh dan inovatif,” tegas Hendri.
Sumber: Lingkar Network
Editor; Basuki











