• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Sabtu, Agustus 15, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Tolak Relokasi, Ratusan Pedagang Pasar Pagi Salatiga Gelar Aksi Damai

Basuki Rahardjo by Basuki Rahardjo
26 April 2025
in News
72 1
Ratusan pedagang pasar pagi di kompleks Pasar Raya 1 Salatiga menggelar aksi damai untuk menolak rencana relokasi ke Pasar Rejosari, Sabtu (26/4/2025). (Istimewa/Harianmuria.com)

Ratusan pedagang pasar pagi di kompleks Pasar Raya 1 Salatiga menggelar aksi damai untuk menolak rencana relokasi ke Pasar Rejosari, Sabtu (26/4/2025). (Istimewa/Harianmuria.com)

564
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

SALATIGA, Harianmuria.com – Ratusan pedagang pasar pagi di kompleks Pasar Raya 1 Salatiga menggelar aksi damai untuk menolak rencana Pemerintah Kota (Pemkot) merelokasi mereka ke Pasar Rejosari, Sabtu (26/4/2025).

Para pedagang menolak rencana tersebut karena tidak ada sosialisasi sebelumnya. Dalam aksinya, mereka membentangkan poster bertuliskan #SavePasarPagi.

Sekretaris Paguyuban Pedagang Pasar Pagi Salatiga Reny Mulyaningsih mengatakan, sejak rencana relokasi itu bergulir sampai sekarang belum ada audiensi perwakilan pedagang dengan Wali Kota Salatiga Robby Hernawan.

“Aksi pedagang bentuk protes kepada pemerintah (Pemkot Salatiga). Sebab rencana pemindahan pedagang tidak ada sosialisasi,” ujarnya.

Reny mengungkapkan, awalnya pada tanggal 17 April 2025, perwakilan pedagang Pasar Pagi dipanggil Dinas Perdagangan Salatiga untuk sosialisasi program 100 hari kerja Wali Kota Salatiga. Namun, ternyata isinya relokasi para pedagang.

“Lalu, tidak lama Dinas sudah membuat pemetaan di lokasi Pasar Rejosari, Padahal, sosialisasi ke semua pedagang belum berjalan,” terangnya.

Baca juga: DPRD Salatiga Tolak Rencana Relokasi Pasar Pagi ke Rejosari, Minta Pemkot Kaji Ulang

Reny menyatakan, mayoritas pedagang menolak rencana relokasi ke Pasar Rejosari. Pedagang sudah berjualan selama 28 tahun sehingga hubungan dengan konsumen telah berjalan cukup lama. Kemudian, apabila para pedagang dipindah tentu berdampak pada penghasilan.

“Kami juga buat jajak pendapat sebelum ada aksi damai penolakan itu. Dari jajak pendapat melalui Google Form itu muncul angka 97,5 persen memilih menetap berjualan di Pasar Raya 1,” tuturnya.

Selain mengkhawatirakan dampak relokasi pada berkurangnya pelanggan, para pedagang juga khawatir jika setelah direlokasi justru lokasi lama memunculkan pasar pagi lain dengan pedagang yang baru.

Menurut Reny, selama ini untuk memenuhi kebutuhan penerangan pedagang telah melakukan pengadaan secara mandiri sebanyak 50 titik lampu. Kemudian, dari segi pengamanan juga telah dibentuk tim khusus. Kewajiban membayar retribusi pun rutin dibayar melalui e-Retribusi meskipun sedang libur berjualan.

“Kami berjualan juga berdampingan dengan pedagang liar tetapi belum ditertibkan dinas. Bahkan, mereka berjualan terus tetapi tidak dikenai retribusi. Kebanyakan mereka berjualan di areal khusus parkir kendaraan,” bebernya.

Ia menambahkam, sekarang jumlah pedagang Pasar Pagi Salatiga ada sebanyak 863 orang, yang terdiri dari berbagai macam kelompok mulai bumbu dapur, ikan basah, aneka makanan, sayuran, ayam potong dan lainnya. Mereka semua tertib secara administrasi memiliki kartu identitas pedagang dan sebagainya.

“Kami berharap Pemkot membatalkan rencana relokasi pedagang Pasar Pagi Salatiga. Terlebih lokasi Pasar Rejosari yang dinilai sempit untuk berjualan, belum termasuk di sana dilalui jalur cepat kendaraan dikhawatirkan memicu kecelakaan,” tungkapnya.

(ANGGA ROSA – Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Info SalatigaPasar Pagi SalatigaPasar RejosariPemkot Salatigarelokasi pasarrelokasi Pasar Pagi Salatiga
SummarizeShare41SendShare
Previous Post

Tanggul Jebol, Limpasan Sungai Gono Genangi Jalan dan Perumahan di Gabus Pati

Next Post

Sosialisasi 4 Pilar, Firman Soebagyo: Pemahaman Pancasila Harus Ditingkatkan

Basuki Rahardjo

Basuki Rahardjo

Berita Terkait

Pemkot Salatiga menyerahkan 908 SK PPPK Paruh Waktu pada peringatan HUT KORPRI dan PGRI 2025 sebagai wujud penguatan SDM aparatur dan peningkatan kualitas layanan publik.

Pemkot Salatiga Serahkan 908 SK PPPK Paruh Waktu di Momen HUT KORPRI

by Basuki
1 Desember 2025
560

Pemkot Salatiga menyerahkan 908 SK PPPK Paruh Waktu pada peringatan HUT KORPRI dan PGRI 2025 sebagai wujud penguatan SDM aparatur dan peningkatan kualitas layanan publik.

Pemkot Salatiga gencarkan edukasi bahaya rokok bagi pelajar dan remaja melalui program DBHCHT, sekaligus mendukung Kawasan Tanpa Rokok dan gerakan gempur rokok ilegal.

Pemkot Salatiga Gencarkan Edukasi Bahaya Rokok bagi Pelajar dan Remaja

by Basuki
13 November 2025
537

Pemkot Salatiga gencarkan edukasi bahaya rokok bagi pelajar dan remaja melalui program DBHCHT, sekaligus mendukung Kawasan Tanpa Rokok dan gerakan gempur rokok ilegal.

Pemkot Salatiga menargetkan bebas kawasan kumuh pada 2030, sebanyak 238 hektare kawasan kumuh telah tertangani.

Pemkot Salatiga Targetkan Bebas Kawasan Kumuh 2030, 238 Hektare Sudah Tertangani

by Basuki
11 November 2025
555

SALATIGA, Harianmuria.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga terus mempercepat upaya pengentasan kawasan permukiman kumuh. Target besar dicanangkan, yaitu Salatiga bebas kawasan kumuh pada 2030. Menurut data Dinas Perumahan...

Pemkot Salatiga tetap fokus pada program strategis seperti penanggulangan kemiskinan, stunting, pendidikan, dan ekonomi meski menghadapi penurunan dana Transfer ke Daerah (TKD) dalam APBD 2026.

Dana TKD Berkurang, Pemkot Salatiga Fokus pada Program Strategis di APBD 2026

by Basuki
7 November 2025
523

Pemkot Salatiga tetap fokus pada program strategis APBD 2026 meski dana Transfer ke Daerah (TKD) berkurang, dengan prioritas stunting, kemiskinan, pendidikan, dan ekonomi.

Load More

BERITA UTAMA

Para siswa SD Negeri Terpencil Bainaa Barat di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah berdiri di atas Jembatan Garuda yang selesai dibangun. (Istimewa)

Jembatan Garuda Bainaa Barat Selesai, Siswa SD Terpencil Tak Lagi Seberangi Sungai untuk Sekolah

14 Agustus 2026
519
KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

14 Agustus 2026
521
DPRD Kudus Sidak Pembangunan Puskesmas Jekulo, Penerapan K3 Jadi Perhatian

DPRD Kudus Sidak Pembangunan Puskesmas Jekulo, Penerapan K3 Jadi Perhatian

13 Agustus 2026
523
Saat Plt Bupati Pati Asyik Ikut Lomba Makan Kerupuk, Demo Sound Horeg Tayu Nyaris Ricuh

Saat Plt Bupati Pati Asyik Ikut Lomba Makan Kerupuk, Demo Sound Horeg Tayu Nyaris Ricuh

13 Agustus 2026
535

TRENDING HARI INI

  • Keterangan foto: Penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gresik (UG) di Gresmall, Kamis (13/8/2026). (Dok. Universitas Gresik)

    Rektor Termuda Rian Pramana Hibahkan Seluruh Gaji untuk Dosen dan Tendik Universitas Gresik

    489 shares
    Share 196 Tweet 122
  • Perbaikan Jalan Semarang–Purwodadi Dijatah Rp2,4 M, Ruas Bringin Grobogan Jadi Prioritas

    192 shares
    Share 77 Tweet 48
  • Dana Hibah Rp20 Miliar untuk RSNU Kendal Dikawal Ketat, Monev Digelar Tiap Pekan

    171 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Pajak Air Tanah Naik 400 Persen, DPRD Semarang Dorong Industri Beralih ke PDAM

    145 shares
    Share 58 Tweet 36
  • HUT ke-81 RI, POSSI Rembang akan Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut Pulau Gede

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • DPRD Blora Minta Proyek Pematangan Sekolah Rakyat Cepu Gunakan Tanah Urugan Berizin

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Pendapatan Daerah Berpotensi Defisit, Pemkot Semarang Pangkas Pos Belanja Rp300 M

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Ini Kemeriahan Kirab Napak Tilas Ki Ageng Penjawi Kebangkitan Pati Jilid II

Ini Kemeriahan Kirab Napak Tilas Ki Ageng Penjawi Kebangkitan Pati Jilid II

14 Juli 2024
566
Penderita TBC di Kendal Tercatat 440 hingga April 2026, Dinkes Upayakan Zero Kasus

Penderita TBC di Kendal Tercatat 440 hingga April 2026, Dinkes Upayakan Zero Kasus

4 April 2026
588

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya