• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Minggu, Oktober 18, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

TKD 2026 Dipangkas Rp269 Triliun, Pembangunan Infrastruktur Daerah Terancam Mandek

Basuki by Basuki
8 September 2025
in News
73 1
Pakar UGM sebut pembangunan infrastruktur di daerah terancam mandek jika Pemerintah pusat memangkas anggaran Transfer ke Daerah (TKD) 2026 hingga Rp269 triliun.

Kondisi ruas jalan provinsi Ngawen–Todanan yang rusak di Kabupaten Blora. (Eko Wicaksono/Harianmuria.com)

571
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

YOGYAKARTA, Harianmuria.com – Pemerintah pusat berencana memangkas alokasi Transfer ke Daerah (TKD) secara signifikan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026. Pemangkasan ini diprediksi akan berdampak besar pada keberlanjutan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah.

Dari data RAPBN 2026, anggaran TKD hanya dialokasikan sebesar Rp650 triliun, turun drastis sebesar Rp269 triliun atau 24,7 persen dibanding alokasi tahun 2025 yang mencapai Rp864 triliun.

Kebijakan ini dikritisi oleh Guru Besar Manajemen dan Kebijakan Publik Fisipol UGM, Prof. Wahyudi Kumorotomo, yang menyebut pemangkasan TKD sebagai langkah aneh dan berisiko tinggi.

“Ironisnya, belanja pemerintah pusat justru naik 17,7 persen. Tapi dana yang seharusnya memperkuat pembangunan daerah malah dikurangi secara signifikan,” kata Prof. Wahyudi, Senin, 8 September 2025.

Pembangunan Daerah Terancam Terhenti

Menurutnya, TKD – yang terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) – adalah tulang punggung pembangunan di tingkat lokal. Pemangkasan ini berpotensi menghentikan proyek-proyek strategis seperti pembangunan jalan, jembatan, sarana telekomunikasi, serta mengganggu program pengentasan kemiskinan.

“Banyak daerah yang sudah memulai pembangunan infrastruktur akan kesulitan melanjutkan karena tidak ada lagi dukungan dari pusat,” tegasnya.

Ia menyoroti, di saat anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) justru melonjak lima kali lipat menjadi Rp335 triliun, subsidi untuk pembangunan daerah dikorbankan.

“Untuk program MBG, anggarannya justru meningkat hingga lima kali lipat. Tapi subsidi ke daerah yang mendukung pembangunan berkelanjutan dan penciptaan lapangan kerja justru dikurangi dalam jumlah signifikan,” kritik Wahyudi.

Desentralisasi Fiskal Gagal, PAD Minim

Wahyudi juga mengkritik gagalnya desentralisasi fiskal yang telah berjalan sejak 2001. Alih-alih mandiri, sebagian besar pemerintah daerah masih sangat bergantung pada dana transfer dari pusat. Fenomena ini ia sebut sebagai flypaper-effect, di mana Pemda cenderung boros membelanjakan anggaran tanpa mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Rata-rata kontribusi PAD terhadap APBD nasional masih rendah, hanya sekitar 24,18 persen. Artinya, banyak daerah belum punya kemandirian fiskal yang nyata,” jelasnya.

Potensi Gejolak Sosial

Ia memperingatkan bahwa pemangkasan TKD secara tiba-tiba dapat menimbulkan konsekuensi politis, ekonomis, dan sosial, terutama jika Pemda mencoba menutup defisit anggaran dengan menaikkan pajak daerah seperti PBB atau retribusi lainnya.

“Ini bisa memicu protes warga, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit. Kenaikan pajak yang tidak disosialisasikan dengan baik bisa sangat eksplosif,” katanya.

Sebagai contoh, Wahyudi menyebut kasus demonstrasi di Pati sebagai sinyal peringatan. Ia juga memprediksi gejolak serupa bisa terjadi di daerah lain seperti Banyuwangi, Cirebon, Semarang, Jeneponto, dan Bone..

“Dalam situasi ekonomi yang masih suram, makin besarnya pungutan daerah, apalagi disertai pernyataan kepala daerah yang arogan dan kurang sensitif, bisa berakibat sangat eksplosif dari segi sosial,” pungkasnya.

Sumber: UGM/Lingkar Network
Editor: Basuki

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: flypaper-effectgejolak sosialinfrastruktur daerahpajak daerah naikpemangkasan dana daerahRAPBN 2026TKD 2026transfer ke daerahWahyudi Kumorotomo
SummarizeShare41SendShare
Previous Post

Proyek Embung Karangjati Blora Ditarget Selesai November 2025, Pemprov Kucurkan Rp8,5 Miliar

Next Post

Aliansi Mahasiswa Pekalongan Gelar Aksi Damai, Tuntut Solusi Krisis Sampah dan Rob

Basuki

Basuki

Berita Terkait

Soal Efisiensi Dana TKD, Adkasi Dorong DPRD Blora Ikut Kawal Penguatan Fiskal Daerah

Soal Efisiensi Dana TKD, Adkasi Dorong DPRD Blora Ikut Kawal Penguatan Fiskal Daerah

by ulfa puspa
2 September 2026
525

BLORA, Harianmuria.com – Ketua Umum Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI), Siswanto, mendorong anggota DPRD kabupaten semakin aktif memperjuangkan kepentingan daerah. Menurut Siswanto, DPRD memiliki posisi penting dalam...

Pemkot Salatiga tetap fokus pada program strategis seperti penanggulangan kemiskinan, stunting, pendidikan, dan ekonomi meski menghadapi penurunan dana Transfer ke Daerah (TKD) dalam APBD 2026.

Dana TKD Berkurang, Pemkot Salatiga Fokus pada Program Strategis di APBD 2026

by Basuki
7 November 2025
548

Pemkot Salatiga tetap fokus pada program strategis APBD 2026 meski dana Transfer ke Daerah (TKD) berkurang, dengan prioritas stunting, kemiskinan, pendidikan, dan ekonomi.

DPRD Blora meminta seluruh OPD menyesuaikan program kerja dengan prioritas pemerintah pusat usai adanya pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp376 miliar pada tahun anggaran 2026.

Imbas Pemotongan TKD Rp376 Miliar, DPRD Blora Minta OPD Selaraskan Program dengan Pusat

by Basuki
5 November 2025
549

DPRD Blora meminta OPD menyelaraskan program dengan pemerintah pusat usai pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp376 miliar agar pembangunan tetap berjalan.

TAPD Kabupaten Blora menghitung ulang anggaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN senilai Rp78 miliar akibat pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat.

TPP ASN Capai Puluhan Miliar, TAPD Blora Hitung Ulang Dampak Pemotongan TKD

by Basuki
3 November 2025
560

TAPD Kabupaten Blora menghitung ulang anggaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN senilai Rp78 miliar akibat pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat.

Load More

BERITA UTAMA

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

17 Oktober 2026
550
Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
634
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
535
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
533

TRENDING HARI INI

  • Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    177 shares
    Share 71 Tweet 44
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    114 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Proyek Embung Kaliombo Rembang Capai 77 Persen, Ditarget Selesai Akhir 2026

    104 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Dulu Tempuh 200 M untuk Dapat Air Bersih, Warga Kalikunal Kendal Kini Dibuatkan Sumur Bor

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa KPK

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Korupsi Dana Bencana Rp148 Miliar: KPK Ungkap Perusahaan Terafiliasi Adik Eks Kepala BNPB Ditunjuk Langsung

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Ilustrasi orang yang terkena kanker dan mental illness. (Freepik/Harianmuria.com)

Mental Illness dan Kanker, Apa Hubungannya?

1 Februari 2023
624
Kuliner pedas rica-rica entok khas Desa Rahtawu Kudus jadi buruan wisatawan.

Rica-Rica Entok, Kuliner Pedas Khas Desa Rahtawu Kudus yang Wajib Dicoba

19 Juli 2025
707

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya