• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Rabu, Agustus 19, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

TKD 2026 Dipangkas Rp269 Triliun, Pembangunan Infrastruktur Daerah Terancam Mandek

Basuki by Basuki
8 September 2025
in News
72 1
Pakar UGM sebut pembangunan infrastruktur di daerah terancam mandek jika Pemerintah pusat memangkas anggaran Transfer ke Daerah (TKD) 2026 hingga Rp269 triliun.

Kondisi ruas jalan provinsi Ngawen–Todanan yang rusak di Kabupaten Blora. (Eko Wicaksono/Harianmuria.com)

561
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

YOGYAKARTA, Harianmuria.com – Pemerintah pusat berencana memangkas alokasi Transfer ke Daerah (TKD) secara signifikan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026. Pemangkasan ini diprediksi akan berdampak besar pada keberlanjutan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah.

Dari data RAPBN 2026, anggaran TKD hanya dialokasikan sebesar Rp650 triliun, turun drastis sebesar Rp269 triliun atau 24,7 persen dibanding alokasi tahun 2025 yang mencapai Rp864 triliun.

Kebijakan ini dikritisi oleh Guru Besar Manajemen dan Kebijakan Publik Fisipol UGM, Prof. Wahyudi Kumorotomo, yang menyebut pemangkasan TKD sebagai langkah aneh dan berisiko tinggi.

“Ironisnya, belanja pemerintah pusat justru naik 17,7 persen. Tapi dana yang seharusnya memperkuat pembangunan daerah malah dikurangi secara signifikan,” kata Prof. Wahyudi, Senin, 8 September 2025.

Pembangunan Daerah Terancam Terhenti

Menurutnya, TKD – yang terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) – adalah tulang punggung pembangunan di tingkat lokal. Pemangkasan ini berpotensi menghentikan proyek-proyek strategis seperti pembangunan jalan, jembatan, sarana telekomunikasi, serta mengganggu program pengentasan kemiskinan.

“Banyak daerah yang sudah memulai pembangunan infrastruktur akan kesulitan melanjutkan karena tidak ada lagi dukungan dari pusat,” tegasnya.

Ia menyoroti, di saat anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) justru melonjak lima kali lipat menjadi Rp335 triliun, subsidi untuk pembangunan daerah dikorbankan.

“Untuk program MBG, anggarannya justru meningkat hingga lima kali lipat. Tapi subsidi ke daerah yang mendukung pembangunan berkelanjutan dan penciptaan lapangan kerja justru dikurangi dalam jumlah signifikan,” kritik Wahyudi.

Desentralisasi Fiskal Gagal, PAD Minim

Wahyudi juga mengkritik gagalnya desentralisasi fiskal yang telah berjalan sejak 2001. Alih-alih mandiri, sebagian besar pemerintah daerah masih sangat bergantung pada dana transfer dari pusat. Fenomena ini ia sebut sebagai flypaper-effect, di mana Pemda cenderung boros membelanjakan anggaran tanpa mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Rata-rata kontribusi PAD terhadap APBD nasional masih rendah, hanya sekitar 24,18 persen. Artinya, banyak daerah belum punya kemandirian fiskal yang nyata,” jelasnya.

Potensi Gejolak Sosial

Ia memperingatkan bahwa pemangkasan TKD secara tiba-tiba dapat menimbulkan konsekuensi politis, ekonomis, dan sosial, terutama jika Pemda mencoba menutup defisit anggaran dengan menaikkan pajak daerah seperti PBB atau retribusi lainnya.

“Ini bisa memicu protes warga, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit. Kenaikan pajak yang tidak disosialisasikan dengan baik bisa sangat eksplosif,” katanya.

Sebagai contoh, Wahyudi menyebut kasus demonstrasi di Pati sebagai sinyal peringatan. Ia juga memprediksi gejolak serupa bisa terjadi di daerah lain seperti Banyuwangi, Cirebon, Semarang, Jeneponto, dan Bone..

“Dalam situasi ekonomi yang masih suram, makin besarnya pungutan daerah, apalagi disertai pernyataan kepala daerah yang arogan dan kurang sensitif, bisa berakibat sangat eksplosif dari segi sosial,” pungkasnya.

Sumber: UGM/Lingkar Network
Editor: Basuki

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: flypaper-effectgejolak sosialinfrastruktur daerahpajak daerah naikpemangkasan dana daerahRAPBN 2026TKD 2026transfer ke daerahWahyudi Kumorotomo
SummarizeShare40SendShare
Previous Post

Proyek Embung Karangjati Blora Ditarget Selesai November 2025, Pemprov Kucurkan Rp8,5 Miliar

Next Post

Aliansi Mahasiswa Pekalongan Gelar Aksi Damai, Tuntut Solusi Krisis Sampah dan Rob

Basuki

Basuki

Berita Terkait

Pemkot Salatiga tetap fokus pada program strategis seperti penanggulangan kemiskinan, stunting, pendidikan, dan ekonomi meski menghadapi penurunan dana Transfer ke Daerah (TKD) dalam APBD 2026.

Dana TKD Berkurang, Pemkot Salatiga Fokus pada Program Strategis di APBD 2026

by Basuki
7 November 2025
524

Pemkot Salatiga tetap fokus pada program strategis APBD 2026 meski dana Transfer ke Daerah (TKD) berkurang, dengan prioritas stunting, kemiskinan, pendidikan, dan ekonomi.

DPRD Blora meminta seluruh OPD menyesuaikan program kerja dengan prioritas pemerintah pusat usai adanya pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp376 miliar pada tahun anggaran 2026.

Imbas Pemotongan TKD Rp376 Miliar, DPRD Blora Minta OPD Selaraskan Program dengan Pusat

by Basuki
5 November 2025
537

DPRD Blora meminta OPD menyelaraskan program dengan pemerintah pusat usai pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp376 miliar agar pembangunan tetap berjalan.

TAPD Kabupaten Blora menghitung ulang anggaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN senilai Rp78 miliar akibat pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat.

TPP ASN Capai Puluhan Miliar, TAPD Blora Hitung Ulang Dampak Pemotongan TKD

by Basuki
3 November 2025
545

TAPD Kabupaten Blora menghitung ulang anggaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN senilai Rp78 miliar akibat pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat.

Kabupaten Kudus mengalami pemangkasan dana Transfer ke Daerah (TKD) terbesar di Jawa Tengah pada 2026, yakni turun Rp538 miliar atau 33,20 persen.

Disunat Rp538 Miliar, Kudus Alami Pemangkasan TKD Terbesar di Jawa Tengah

by Basuki
28 Oktober 2025
554

Kabupaten Kudus mengalami pemangkasan dana Transfer ke Daerah (TKD) terbesar di Jawa Tengah pada 2026, yakni turun Rp538 miliar atau 33,20 persen. Pemkab Kudus harus melakukan efisiensi besar-besaran...

Load More

BERITA UTAMA

Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Diangkat Jadi Penuh Waktu, Pemkab Grobogan Jelaskan Begini

Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Diangkat Jadi Penuh Waktu, Pemkab Grobogan Jelaskan Begini

19 Agustus 2026
514
Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

18 Agustus 2026
726
Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
518
Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

16 Agustus 2026
532

TRENDING HARI INI

  • 32 Sekolah di Rembang Terima Penghargaan Adiwiyata 2026, Ini Daftarnya

    32 Sekolah di Rembang Terima Penghargaan Adiwiyata 2026, Ini Daftarnya

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

    131 shares
    Share 52 Tweet 33
  • Kampung Nelayan Merah Putih Gempolsewu Resmi Dibangun, Bupati Kendal: Langkah Modernisasi Kawasan Pesisir

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Kemarau Picu Penurunan Hasil Pertanian di Grobogan, Hewan Ternak Kesulitan Pakan

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Blora Dapat Kucuran Dana CSR Rp1 Miliar untuk Kembangkan Peternakan Ayam Kampung

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • DPRD Pati Dukung Langkah Pemkab Fasilitasi Penyerapan Hasil Ternak Lokal

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Penyanyi Cilik Pati Krishna Sakti Raih Juara 1 Kompetisi di Thailand, Jadi Inspirasi Anak Muda

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Lebih Praktis, 17 Puskesmas di Rembang Kini Terapkan Pembayaran Nontunai

Lebih Praktis, 17 Puskesmas di Rembang Kini Terapkan Pembayaran Nontunai

27 Juli 2026
522
Ilustrasi ibu dan bayinya. (Freepik/Harianmuria.com)

Penjelasan Childfree Menurut Pandangan Islam, Pahami agar Tidak Langsung Menghakimi

20 Februari 2023
573

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya