REMBANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang mendukung pemanfaatan tambatan alternatif di Pelabuhan Sluke. Langkah ini diharapkan mampu mengurai antrean bongkar muat kapal yang selama ini menjadi persoalan serius, bahkan hingga menunggu 15 hari.
Antrean Kapal Capai 15 Hari
Kepala Kantor Unit Penyelenggaraan Pelabuhan (KUPP) Kelas III Rembang, Ansori, menjelaskan bahwa antrean panjang terjadi karena tambatan pinggiran Pelabuhan Sluke tidak difungsikan sebagai alternatif.
“Antreannya bisa sampai 15 hari, dengan kerugian yang dialami shipper sekitar Rp6 juta per hari. Bahkan ada beberapa pemilik kapal yang memilih bongkar di pelabuhan lain ketimbang di Terminal Sluke Rembang,” terangnya.
Kendala Pemanfaatan Tambatan Alternatif
Ansori menambahkan, terdapat sejumlah kendala yang membuat tambatan tersebut belum bisa difungsikan kembali. Antara lain belum adanya izin operasional, kejelasan pengelolaan, aspek keamanan pelayaran, serta belum tersedianya konstruksi jetty untuk sandar kapal.
Ia berharap Forkopimda Rembang memberikan dukungan berupa surat tertulis agar pihaknya dapat kembali memfungsikan tambatan alternatif sesuai arahan Kementerian Perhubungan.
“Dari kementerian, kami diminta agar bisa dikomunikasikan dengan Pemerintah Kabupaten Rembang, termasuk pimpinan daerah seperti Dandim, Kapolres, dan Kajari, bagaimana kesepakatannya,” jelas Ansori.
Pemkab Rembang Siap Dukung
Bupati Rembang, Harno, menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan penuh agar tambatan alternatif segera difungsikan kembali.
“Yang penting Forkopimda itu men-support, syukur-syukur ada kesepakatan tanda tangan bersama. Intinya Forkopimda menyetujui agar tambatan alternatif itu dipakai, ini untuk menguatkan Pak Ansori,” tegas Harno.
Pemkab Rembang juga akan mengusulkan penerbitan Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) untuk lokasi tambatan alternatif kepada Kementerian ATR/BPN. Legalitas ini penting agar fasilitas tersebut memiliki dasar hukum yang kuat untuk digunakan secara resmi.
Harapan Jadi Solusi Antrean Kapal
Dengan adanya langkah ini, diharapkan permasalahan antrean kapal di Pelabuhan Sluke dapat teratasi. Pemanfaatan tambatan alternatif dinilai akan memperlancar distribusi barang, mengurangi biaya pelaku usaha, dan menjadikan Pelabuhan Sluke sebagai pintu gerbang ekonomi yang memberi dampak positif bagi masyarakat Rembang.
Sumber: Pemkab Rembang/Lingkar Network
Editor: Basuki










