REMBANG, Harianmuria.com – Rumah di Dukuh Ngrandu, Desa Pulo, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang terbakar pada Rabu, 19 Agustus 2026 tengah malam. Pemilik rumah, Subakri (67) ditemukan meninggal di dalam bangunan yang dilalap api.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 00.06 WIB. Kobaran api pertama kali diketahui warga, Eko Siswanto, setelah mendengar letusan dari rumah korban.
Saat keluar rumah, Eko melihat api sudah muncul dari bagian bawah genting. Ia kemudian memanggil anak korban, sekaligus meminta pertolongan warga sekitar.
Tak berselang lama, petugas Damkar BPBD Rembang bersama kepolisian tiba di lokasi sekitar pukul 00.20 WIB. Petugas langsung berjibaku memadamkan api sekaligus berupaya menyelamatkan korban yang masih berada di dalam rumah.
Namun, saat petugas berhasil masuk, Subakri ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia. Korban kemudian dievakuasi dan dibawa oleh tim PSC ke RSUD Rembang untuk dilakukan pemeriksaan.
Kapolsek Rembang AKP Sutikno mengatakan berdasarkan pemeriksaan luar oleh dokter IGD RSUD Rembang, korban mengalami luka bakar pada bagian kaki.
“Penyebab kematian karena trauma inhalasi, yakni kondisi ketika seseorang menghirup udara panas, asap atau gas beracun,” kata Sutikno.
Sebelum kejadian, korban diketahui sedang berada di dalam rumah dalam kondisi sakit. Sekitar pukul 22.30 WIB, istri korban, Endang masih melihat Subakri tidur di kamar.
Beberapa saat kemudian, Endang pergi ke rumah anaknya yang berada di sebelah selatan rumah korban untuk mengurus cucu. Tak disangka, sekitar dua jam kemudian, kebakaran terjadi.
Proses pemadaman kebakaran tidak berjalan mudah. Aliran listrik di sekitar lokasi masih menyala sehingga petugas harus menunggu PLN melakukan pemutusan arus.
Di sisi lain, Sekdin BPBD Rembang M. Luthfi Hakim, mengatakan kondisi tersebut sempat membahayakan petugas maupun warga yang membantu proses pemadaman.
“Arus listrik yang masih ada membuat proses pemadaman dan evakuasi harus menunggu PLN untuk memutus arus. Petugas dan warga sempat tersetrum saat hendak melakukan pemadaman dan evakuasi,” ujar Luthfi.
Petugas Damkar mengerahkan satu unit mobil pemadam dan dua unit tangki suplai untuk menjinakkan api. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan pendinginan, pengecekan, serta penyisiran untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Kebakaran tersebut juga mengakibatkan kerugian material. Satu unit sepeda motor Honda Supra X 125 turut terbakar. BPBD memperkirakan total kerugian mencapai sekitar Rp100 juta.
Meski BPBD menduga kebakaran berkaitan dengan korsleting listrik, pihak kepolisian belum memastikan penyebabnya.
“Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” terang AKP Sutikno.
Polsek Rembang bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Rembang telah melakukan langkah awal dengan memasang garis polisi dan mengamankan lokasi kejadian.
Setelah proses pendinginan selesai, Tim Inafis akan melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh. Polisi juga berencana berkoordinasi dengan Puslabfor untuk membantu mengungkap penyebab pasti kebakaran.
Dalam penanganan kejadian tersebut, sejumlah unsur terlibat, mulai dari Damkar BPBD Rembang, PLN, PSC, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Polres Rembang, Polsek Rembang hingga warga setempat.
Jenazah Subakri telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











