JEPARA, Harianmuria.com – Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas penganiayaan terhadap IHF, bocah 10 tahun warga Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara.
Hal ini disampaikan Edy Supriyanta saat menjenguk korban yang dirawat di Ruang Anggrek 1 RSUD Kartini, Sabtu (5/11).
Sebagaimana diketahui, korban dianiaya dengan pecahan botol sirup pada Kamis malam (3/11) oleh ayah kandungnya AWJ (30) yang diduga mengalami gangguan jiwa.
Korban mengalami luka di sebagian besar kelopak mata kanan dan kirinya. Kondisinya yang masih terbaring tidur, dengan kedua mata korban masih ditutup perban lantaran sebelumnya menjalani operasi selama 3 jam di RSUD Kartini. Sebelumnya, korban juga mendapatkan perawatan selama 7 jam di RS Rehatta Kelet.
Selama menjalani pengotaban, korban yang duduk di kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah ini ditunggui oleh ibunya Dewi Zuliastanti (28) beserta neneknya.
Saat menjenguk korban, Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta mengungkapkan, jika saat ini kondisi IHF sudah stabil dan sudah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Kartini. Ia pun turut mendoakan IHF agar segera pulih dan kembali seperti sedia kala.
“Saat ini, korban tengah menjalani perawatan intensif oleh dokter. Alhamdulilah adik kita ini sudah sadar dan cukup stabil. Mudah-mudahan segera diberikan kesembuhan,” ungkap Edy.
Mengetahui peristiwa yang menimpa IHF, Ia mengatakan bahwa kasus kekerasan terhadap anak sangat tidak dibenarkan. Selain itu, anak-anak Indonesia juga dilindungi negara dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
“Saat ini pelaku sudah diamankan dan dirawat di rumah sakit jiwa di Semarang untuk pemeriksaan dan penyelidikan oleh pihak berwajib,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Edy juga menyerahkan bantuan berupa uang tunai kepada ibu korban.
Ia pun meminta masyarakat untuk ikut mengawasi, menjaga lingkungannya, dan berharap tidak ada lagi kasus kekerasan kepada anak di Kabupaten Jepara.
“Mudah-mudah tidak ada lagi yang peristiwa seperti ini lagi di Jepara,” tandasnya. (Lingkar Network | Muslichul Basid – Harianmuria.com)











