• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Pemkab Semarang akan Ubah 2 Kawasan Prostitusi Jadi Sentra UMKM

Basuki Rahardjo by Basuki Rahardjo
6 Maret 2025
in News, Semarang
82 1
Kawasan prostitusi Tegalpanas di Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. (Hesty Imaniar/Harianmuria.com)

Kawasan prostitusi Tegalpanas di Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. (Hesty Imaniar/Harianmuria.com)

641
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

KAB.SEMARANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang berencana untuk menata ulang dua kawasan prostitusi, yaitu Tegalpanas di Kecamatan Bergas dan Gembol di Kecamatan Bawen.

Penataan ulang dua kawasan prostitusi itu rencananya akan dimulai pada tahun 2025 ini, dan ditargetkan rampung pada tahun 2026.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan, rencana penataan ulang kawasan Tegalpanas dan Gembol itu sudah mencuat sejak lama.

“Ya sebenarnya sudah direncanakan sejak lama, termasuk ada di visi misi saya dulu waktu menjadi Wakil Bupati dari Bapak Mundjirin, juga masuk visi misi saya saat menjadi Bupati Semarang bersama Pak Basari, rencana itu sudah muncul,” ungkapnya, Rabu (5/3/2025).

Menurut Ngesti, rencana penataan dua kawasan prostitusi itu batal terealiasi karena terkendala pandemi Covid-19.

“Setelah pandemi, rencana ini mundur lagi. Sebab, selain kita fokus pada pemulihan perekonomian warga, waktunya juga mendekati Pemilu 2024 kemarin,” ujarnya.

Ngesti menuturkan, Pemkab Semarang saat ini kembali menggulirkan rencana program penataan ulang kawasan Tegalpanas dan Gembol untuk mengubah citra dua kawasan itu.

“Selain mengubah citra dari dua lokasi di Kabupaten Semarang ini, yaitu Tegalpanas dan Gembol, Pemkab juga ingin menjadikan dua lokasi ini sebagai kawasan penggerak perekonomian masyarakat,” tandasnya.

Menurutnya, baik kawasan Tegalpanas maupun Gembol rencananya akan dijadikan lokasi sentra UMKM Kabupaten Semarang, dan juga sentra kos-kosan.

“Kami sudah diskusikan bersama antarinstansi, kami juga sudah ada kajiannya. Harapan kita nantinya Tegalpanas dan Gembol ini bisa jadi sentra UMKM, sentra kos-kosan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat,” bebernya.

Ngesti menambahkan, dua kawasan tersebut berdekatan dengan dua rumah sakit besar di wilayah Bergas dan Bawen. Selain itu, Bergas dan Bawen juga merupakan kawasan industri yang sangat besar di Kabupaten Semarang.

Tegalpanas dan Gembol ini memang berada di kawasan yang strategis jika dikembangkan menjadi kawasan penggerak perekonomian masyarakat. Lokasi keduanya berdekatan dengan jalan besar atau jalan utama Semarang-Solo, juga terdapat rumah sakit serta industri yang melimpah.

Oleh karena itu, selain untuk menghapus stigma negatif sebagai kawasan prostitusi, penataan dua lokasi ini juga diharapkan dapat mendorong perekonomian lokal, serta mendukung percepatan pengentasan angka kemiskinan di wilayah tersebut.

“Jadi bahasa kami ialah penataan makro yaitu penataan Tegalpanas, yang nanti di dalamnya memang akan kami bedah satu persatu. Dan sebelum memulai proses penataan, kami akan mengajak masyarakat di sana untuk berdialog guna mencapai kesepakatan terbaik antara kedua belah pihak,” papar Bupati Semarang dua periode itu.

Penataan ulang kawasan Tegalpanas dan Gembol ini akan menjadi bagian dari langkah besar Pemkab Semarang dalam menciptakan penataan kota, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan produktif bagi warga di Kabupaten Semarang.

Pihak legislatif mendukung rencana tata ulang kawasan Tegalpanas dan Gembol. Menurut Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening, penataan itu menjadi upaya nyata untuk membebaskan dua kawasan tersebut menjadi kawasan bebas prostitusi.

“Menyambut baik rencana penataan Tegalpanas dan Gembol untuk bebas dari prostitusi, meski kami mengingatkan harus direncanakan dengan matang, khususnya soal aktivitas masyarakat di sekitar wilayah Tegalpanas dan Gembol itu,” ungkapnya.

Bondan juga menegaskan, penataan Tegalpanas dan Gembol ini juga harus mengutamakan sisi perekonomian masyarakat di sekitarnya. Dengan demikian, dampak sosial dari penataan ini tidak terlampau dirasakan masyarakat di dua kawasan tersebut.

“Penataan ini harus dilakukan untuk mengurangi kemaksiatan. Namun, perekonomian warga di dua kawasan ini juga harus dibantu dan disiapkan betul-betul oleh Pemkab supaya tidak ada dampak sosial yang muncul dari adanya penataan ini,” urainya.

Bondan menjelaskan, penataan yang ideal untuk kawasan Tegalpanas dan Gembol adalah ditata sebagai kawasan aktivitas ekonomi, seperti kawasan UMKM.

“Kawasan itu ditata menjadi daerah penggerak ekonomi, sehingga masyarakat di Tegalpanas dan Gembol ini menjadi pelaku-pelaku usaha ke depannya. Dan butuh berapa lamanya untuk mengubah stigma dua lokasi ini, ya tinggal kita lihat dari keseriusan Pemkab,” ungkapnya.

Bondan memperkirakan, upaya untuk mengubag stigma dari kawasan prostitusi menjadi kawasan penggerak ekonomi dibutuhkan waktu antara tiga sampai enam bulan.

“Karena yang sulit itu adalah menyiapkan skenario setelah penutupan kawasan prostitusi di Tegalpanas dan Gembol ini. Berbagai kajian, perencanaan, dan sosialisasi harus dilakukan oleh Pemkab Semarang,” pungkasnya.

(HESTY IMANIAR – Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: GembolInfo Semarangkawasan ekonomiPemkab Semarangsentra UMKMTegalpanastempat prostitusi
SummarizeShare46SendShare
Previous Post

Sensasi Berburu Takjil di Jalan Bhayangkara Demak

Next Post

Program Dompet Peduli Kodim 0719/Jepara Sasar Lansia Penderita Stroke

Basuki Rahardjo

Basuki Rahardjo

Berita Terkait

Harga Seragam Sekolah di Pasar Johar Semarang Naik Jelang Tahun Ajaran Baru 2026

Harga Seragam Sekolah di Pasar Johar Semarang Naik Jelang Tahun Ajaran Baru 2026

by Sekar Sari
7 Juli 2026
586

SEMARANG, Harianmuria.com - Menjelang tahun ajaran baru 2026/2027, area pertokoan di Pasar Johar Semarang mulai dipenuhi ibu-ibu yang mengantar anaknya untuk membeli seragam sekolah. Seperti yang terlihat di...

Distribusi Bansos Dialihkan Via Kopdes Merah Putih, Ini Kata Dinsos Semarang

Distribusi Bansos Dialihkan Via Kopdes Merah Putih, Ini Kata Dinsos Semarang

by ulfa puspa
14 April 2026
579

KABUPATEN SEMARANG, Harianmuria.com – Dinas Sosial Kabupaten Semarang buka suara ikhwal wacana penyaluran bantuan sosial lewat Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih). Kepala Dinsos Semarang, Istichomah, mengungkapkan belum ada...

123 Ton Bawang Bombai di Semarang Ternyata Selundupan dari Malaysia

123 Ton Bawang Bombai di Semarang Ternyata Selundupan dari Malaysia

by ulfa puspa
26 Januari 2026
608

Semarang, Harianmuria.com – Polisi mengungkap kasus penyelundupan bawang bombai impor ilegal yang digagalkan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Kapolrestabes Semarang, Kombes Syahduddi, menyatakan bawang bombai impor ilegal itu...

Warga Desa Bejalen, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang mendesak Pemkab segera melakukan normalisasi Sungai Panjang yang kian dangkal agar terhindar dari ancaman banjir saat musim hujan.

Banjir Ancam Desa Bejalen, Warga Desak Pemkab Semarang Normalisasi Sungai Panjang

by Basuki
10 November 2025
563

Warga Desa Bejalen, Ambarawa, Kabupaten Semarang, mendesak Pemkab Semarang segera melakukan normalisasi Sungai Panjang. Sedimentasi tinggi dan talut rusak membuat banjir terus mengancam rumah dan lahan pertanian warga.

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
539
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
529
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
546

TRENDING HARI INI

  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • OTT KPK di Klaten: Uang Rp1 Miliar Disita, 20 Orang Diamankan Termasuk Bupati Klaten

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Pati KLB Campak, Komisi D DPRD Bakal Panggil Dinkes 

Pati KLB Campak, Komisi D DPRD Bakal Panggil Dinkes 

4 April 2026
566
Kudus, salah satu daerah penghasil batik di Jawa Tengah. (Instagram @terebatik.idn/Harianmuria.com)

7 Daerah Penghasil Batik di Jawa Tengah

3 November 2022
2.2k

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya