BLORA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora terus menggencarkan langkah masif untuk mencapai target eliminasi Tuberkulosis (TBC) pada 2030. Pada tahun 2025, Kementerian Kesehatan menargetkan Blora menemukan 1.774 kasus aktif untuk segera ditangani.
Skrining TBC Beririsan dengan CKG
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora, Prih Hartanto, menjelaskan bahwa saat ini skrining TBC dilakukan intensif di berbagai lokasi.
Sasaran mencakup pondok pesantren, lingkungan industri, sekolah, hingga area keramaian seperti Car Free Day (CFD).
Program ini beririsan dengan inisiatif nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang menjadi bagian dari program quick wins Presiden Prabowo.
“Eliminasi TBC merupakan program prioritas nasional yang harus tercapai pada 2030,” ujar Prih.
Progres Penemuan Kasus TBC di Blora
Berdasarkan data Sistem Informasi TBC (SITB), hingga 5 November 2025 Blora telah menemukan 1.353 kasus aktif yang sudah ditangani dan diobati. Untuk memenuhi target 2025, Blora masih harus menemukan 421 kasus lagi.
“Targetnya 1.774 kasus harus kita temukan seluruhnya pada 2025 ini,” tambah Prih.
Setiap kasus yang ditemukan akan langsung ditangani, diobati, dan mendapat pendampingan medis hingga pasien mencapai kesembuhan.

Dinkesda Genjot Skrining Masif
Prih menyampaikan bahwa skrining di pondok pesantren hampir tuntas. Dari 107 ponpes aktif, 106 sudah diskrining.
Langkah berikutnya adalah menyasar lingkungan industri, khususnya pabrik rokok di Tempellemahbang, Jepon. Selain itu, skrining rutin dilakukan di CFD setiap minggu serta menyasar pelajar melalui program cek kesehatan gratis.
Dinkesda Blora juga memaksimalkan momentum Hari Kesehatan Nasional (HKN) pada CFD Alun-Alun Blora, Minggu, 23 November 2025, untuk memperluas penemuan kasus.
“Harapannya dari target 1.774, minimal 90 persen dapat tercapai,” ungkapnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki











