GROBOGAN, Harianmuria.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Grobogan mulai kembali disalurkan kepada para peserta didik setelah libur sekolah usai.
Tercatat, sebanyak 169 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mulai aktif beroperasi melayani para penerima manfaat. Selain itu, operasional 11 dapur lainnya tercatat masih menunggu penerbitan izin.
“Saat ini ada 169 SPPG yang sudah beroperasi, kemudian 11 SPPG masih menunggu izin operasional,” ujar Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Grobogan, Alza Nabiel Zamzami, Rabu, 15 Juli 2026.
Alza mengungkap ada tiga SPPG yang sementara dihentikan operasionalnya karena belum memenuhi standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN). Ketiga dapur tersebut diwajibkan melakukan perbaikan sebelum kembali beroperasi.
“Bisa beroperasi lagi, tapi menunggu surat izin operasional,” jelasnya.
Ia menuturkan sasaran penerima manfaat MBG di Grobogan tidak hanya peserta didik. Program tersebut juga menyasar kelompok rentan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat.
Menurutnya, peningkatan kualitas layanan terus dilakukan agar pelaksanaan program berjalan optimal. Setiap dapur MBG juga diberi ruang untuk berinovasi dalam penyajian menu sesuai ketentuan yang berlaku.
“Tetap ada optimalisasi, inovasi dan terobosan. Dikembalikan ke kreasi masing-masing dapur,” katanya.
Ia menambahkan, koordinasi antara pengelola SPPG dengan berbagai pihak, seperti Satgas MBG, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta instansi terkait lainnya di Kabupaten Grobogan, hingga kini berjalan dengan baik.
“Alhamdulillah berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Tia











