BLORA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora akan mulai mendata seluruh kepemilikan kendaraan bermotor Aparatur Sipil Negara (ASN). Pendataan ini bertujuan mendongkrak pendapatan pajak kendaraan bermotor yang kini mengalami penurunan.
“Nanti kami minta Pak Sekda untuk didata, yang kendaraan-nya ASN khususnya, nanti kami minta untuk bisa segera membayar pajaknya, dan juga nanti akan kita turunkan (pendataan) sampai tingkat kecamatan, tingkat desa,” ujar Bupati Arief Rohman dalam keterangan pers, Rabu, 15 Juli 2026.
Bupati berharap dengan langkah ini penerimaan pajak akan semakin optimal. Ia menekankan ketaatan wajib pajak, terutama ASN, dalam membayar pajak penting untuk mendukung pembiayaan pembangunan, khususnya infrastruktur di Kabupaten Blora.
“Ini hal yang penting karena terkait dengan PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) dan BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) ini nantinya termasuk opsen dan menjadi PAD untuk rakyat juga,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Arief juga menegaskan komitmennya untuk menjalankan arahan Gubernur Jawa Tengah dalam meningkatkan pendapatan pajak kendaraan bermotor di Kabupaten Blora.
“Jadi kita lihat masih ada tunggakan-tunggakan yang tahun kemarin, termasuk potensi yang tahun ini ada,” terangnya
Menurutnya, sinergi antara Pemkab Blora dan Bapenda Jawa Tengah menjadi satu langkah baik. Pasalnya, optimalisasi perolehan pajak dapat ditingkatkan untuk tahun-tahun yang akan datang.
“Semoga nanti dengan sinergi ini akan bisa kita tagih dan akan menjadi pendapatan yang nanti menjadi PAD kita. Yang muaranya adalah juga untuk pembangunan yang ada di Kabupaten Blora.” Harapnya
Bupati berharap tingkat kepatuhan pembayaran pajak kendaraan bermotor dapat meningkat seperti keberhasilan Kabupaten Blora dalam merealisasikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang mencapai 104 persen.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak kendaraan bermotor. Bupati menegaskan pembayaran pajak bermotor akan dikembalikan ke masyarakat berupa pembangunan infrastruktur.
“Kami ucapkan terima kasih ya untuk warga masyarakat Blora yang sudah berkontribusi membayar pajak kendaraan bermotor, yang belum jangan lupa ayo kita bayar juga, karena muaranya adalah ketika nanti ini menjadi PAD, akan kita kembalikan lagi untuk kemanfaatan masyarakat,” katanya.
Sebagai informasi tambahan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah baru-baru ini datang ke Kabupaten Blora untuk menjalin sinergitas dalam peningkatan pajak kendaraan bermotor.
Menurut data Bapenda Jateng, pajak kendaraan bermotor di Blora merosot dari sebelumnya 68 persen menjadi 63 persen. Bapenda pun meminta Pemkab Blora mendorong jajaran di tingkat bawah untuk turut mendukung optimalisasi pendapatan pajak bermotor.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Tia











