REMBANG, Harianmuria.com – Pembangunan longstorage di Desa Kalipang, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang resmi dimulai pada Jumat, 10 Oktober 2025. Proyek ini ditinjau langsung oleh Bupati Rembang Harno bersama Anggota Komisi V DPR RI Harmusa Oktaviani dan perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana.
Infrastruktur bendung tersebut digadang-gadang menjadi solusi utama ketersediaan air baku dan irigasi bagi warga di pesisir timur Rembang.
Bupati Harno menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan longstorage yang telah lama dinantikan masyarakat.
“Terima kasih Komisi V DPR RI, Ibu Harmusa, dan BBWS Juwana atas terealisasinya longstorage ini. Ini sudah menjadi cita-cita lama untuk memenuhi kebutuhan air di Kecamatan Sarang,” ujar Harno.
Bupati Jamin Ganti Untung Pembebasan Lahan
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada warga yang tanahnya terdampak proyek. Harno menegaskan bahwa pemerintah daerah siap menjamin proses pembebasan lahan secara adil.
“Saya mohon kepada masyarakat yang tanahnya terdampak, tolong dirembuk dengan baik. Jika semuanya lancar, tahun depan atau berikutnya normalisasi bisa dilanjutkan. Saya siap menjamin ganti untung tanahnya,” tambahnya.
Solusi Atasi Intrusi Air Laut dan Kekeringan
Kepala Bidang PJPA BBWS Pemali Juwana, Yulius, menjelaskan bahwa pembangunan Longstorage Kalipang memiliki fungsi strategis untuk menahan intrusi air laut yang selama ini mencemari air sungai setempat.
“Karena jaraknya hanya sekitar 1,5 kilometer dari laut, air Sungai Kalipang terasa asin. Bendung ini nantinya bisa menghambat masuknya air laut dan menyediakan air tawar untuk irigasi serta air baku,” terang Yulius.
Dengan kapasitas potensi air baku mencapai 10 liter per detik, longstorage ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air bagi lebih dari 900 kepala keluarga di wilayah sekitar.
Yulius juga menyebut, di masa depan bendung Kalipang berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata air dan kawasan konservasi sumber daya air.
Meski proyek sudah dimulai, Yulius menuturkan bahwa pekerjaan normalisasi aliran sungai belum dapat dilaksanakan sepenuhnya, karena pembebasan lahan belum tuntas. Ia berharap dukungan lanjutan dari Pemkab Rembang agar tahap berikutnya bisa dilaksanakan secara maksimal.
Anggota Komisi V DPR RI, Harmusa Oktaviani, menyebut proyek ini merupakan hasil pengajuan sejak 2017 dan bukti pentingnya sinergi antara daerah dan pusat. “Alhamdulillah, akhirnya bisa terlaksana. Tanpa kolaborasi, program ini tidak akan berjalan,” katanya.
Pembangunan longstorage Kalipang didanai dari APBN, sementara Pemkab Rembang berperan dalam penyediaan lahan dan dukungan teknis di lapangan. Proyek ini ditargetkan rampung dalam tiga bulan ke depan.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki











