KENDAL, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Kendal bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi membentuk Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (LIDI PB), Senin, 6 Oktober 2025.
Langkah ini menjadi upaya untuk mewujudkan penanggulangan bencana yang inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas, dengan memastikan mereka mendapatkan hak, layanan, serta fasilitas yang setara dalam situasi darurat.
Pembentukan LIDI PB melibatkan kerja sama antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi dan Kabupaten, organisasi penyandang disabilitas, serta lembaga terkait lainnya.
Disabilitas sebagai Subyek Penanggulangan Bencana
Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Jawa Tengah, Adi Widagdo, Unit LIDI PB dibentuk untuk meningkatkan kapasitas serta peran aktif kelompok disabilitas dalam penanganan bencana.
Teman-teman disabilitas tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek ketika terjadi bencana. Misalnya saat relawan kesulitan berkomunikasi, mereka bisa membantu karena memahami kondisi sesama penyandang disabilitas,” terangnya.
Adi menambahkan, Unit LIDI PB akan menjadi wadah koordinasi dan kolaborasi untuk merancang program kerja, pelatihan, serta sosialisasi kesiapsiagaan bencana bagi komunitas disabilitas di Kendal.
Data Akurat Jadi Dasar Penanganan Efektif
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kendal, Agus Dwi Lestari, menegaskan pentingnya pelibatan aktif penyandang disabilitas sehingga mereka dapat diberdayakan agar mandiri dan siap menghadapi situasi darurat.
“Setelah pembentukan Unit LIDI PB ini, akan dilakukan pendataan lebih detail terhadap warga penyandang disabilitas. Pendataan ini penting karena dalam penanganan bencana, mereka adalah prioritas utama yang harus segera ditolong,” jelasnya.
Dukungan dari Organisasi Disabilitas
Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Kendal, Imam Sahrozi, menyambut positif pembentukan Unit LIDI PB. Ia menilai, keberadaan unit ini akan memberikan ruang pelatihan dan pembekalan bagi penyandang disabilitas dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana.
“Selama ini kami belum punya keahlian dan kesiapan menghadapi bencana seperti banjir atau bencana lainnya. Pembekalan ini akan sangat bermanfaat,” ungkapnya.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki











