PATI, Harianmuria.com – Kerusakan parah yang terjadi di ruas Jalan Raya Bapoh–Tlogowungu menjadi sorotan masyarakat Kabupaten Pati. Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kecamatan Tlogowungu mendesak Pemerintah Kabupaten Pati untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh terhadap jalan yang menjadi akses utama masyarakat di wilayah tersebut.
Desakan tersebut disampaikan melalui unggahan akun Instagram @pcpmtlogowungu pada Sabtu, 30 Mei 2026. Dalam unggahan itu, PCPM Tlogowungu meminta Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, segera mengambil langkah konkret untuk menangani kerusakan jalan yang dinilai telah berlangsung cukup lama.
Ketua PCPM Tlogowungu, Lutfi Wildani, mengatakan kondisi jalan saat ini tidak hanya dipenuhi beberapa lubang, tetapi kerusakan telah menyebar hampir di sepanjang ruas jalan sehingga membahayakan pengguna yang melintas.
“Lubangnya sangat banyak dan sudah lama tidak diperbaiki. Kami bersuara melalui media sosial agar bisa didengar Pak Plt Bupati dan segera ditindaklanjuti,” ujar Lutfi saat dihubungi pada Minggu sore, 31 Mei 2026.
Menurut Lutfi, kerusakan jalan telah berlangsung selama berbulan-bulan dan diperkirakan lebih dari satu tahun tanpa penanganan yang memadai. Situasi tersebut semakin membahayakan saat musim hujan karena genangan air kerap menutupi lubang di badan jalan.
Ia menilai upaya penanganan jalan rusak di Kabupaten Pati berjalan lambat. Padahal, anggaran perbaikan infrastruktur jalan telah disetujui dan diharapkan segera memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kalau menurut saya, penanganan jalan rusak di Pati sangat lambat. Setelah Pak Sudewo (eks Bupati Pati) ditangkap KPK, progres perbaikan jalan terasa melambat. Saya tidak tahu apakah karena kehati-hatian atau alasan lain, tetapi masyarakat yang merasakan dampaknya setiap hari,” katanya.
Lutfi mengungkapkan kondisi jalan yang rusak telah memicu sejumlah kecelakaan lalu lintas. Bahkan, anggota keluarganya sendiri pernah mengalami kecelakaan akibat tidak melihat lubang di jalan saat berkendara.
“Ibu saya pernah jatuh karena tidak melihat lubang saat malam hari. Istri saya juga pernah jatuh di lokasi yang sama. Saya yakin masyarakat lain juga banyak yang mengalami hal serupa,” bebernya.
Menurutnya, perbaikan sementara melalui tambal sulam tidak lagi menjadi solusi yang efektif. Ia mendorong pemerintah melakukan pengaspalan ulang secara menyeluruh serta mempertimbangkan pelebaran jalan untuk mengakomodasi tingginya volume kendaraan yang melintas setiap hari.
“Jangan hanya ditambal. Harus diaspal ulang dan kalau bisa dilebarkan. Jalan ini sudah bertahun-tahun rusak dan tambal sulam terbukti tidak bertahan lama,” tegasnya.
Lutfi menambahkan, warga sekitar sempat melakukan perbaikan secara swadaya dengan menimbun sejumlah lubang di jalan. Namun, upaya tersebut hanya memberikan hasil sementara karena kerusakan kembali muncul dalam waktu singkat.
Melalui desakan tersebut, PCPM Tlogowungu berharap pemerintah daerah segera merealisasikan program perbaikan jalan yang telah dianggarkan agar keselamatan pengguna jalan dan kelancaran aktivitas masyarakat dapat terjamin.
Jurnalis: Mohammad Fahtur Rohman
Editor: Rosyid











