MALANG, Harianmuria.com – Perjalanan Herjuna Fikri dalam dunia komunikasi akhirnya mencapai babak penting. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) itu resmi menyabet gelar Duta Politik 2025, sebuah pencapaian yang ia syukuri melalui unggahan di media sosialnya.
Bakat Ngoceh Sejak Kecil Berbuah Prestasi
Dalam tulisannya, Herjuna mengungkapkan bahwa kebiasaannya ‘ngoceh’ sejak kecil yang dulu dianggap sekadar hobi, ternyata menjadi bekal yang mengantarnya ke ruang diskusi dan edukasi politik yang lebih luas.
Ia menegaskan bahwa predikat Duta Politik bukan semata-mata tentang gelar, tetapi tentang proses panjang yang membentuknya. Dari proses itu, ia mendapatkan wawasan baru, relasi, hingga pengalaman emosional yang tak ternilai.
“Semua itu jadi aset yang tidak terlihat, tapi sangat berharga untuk masa depan saya,” ungkap pemuda yang hobi mendaki gunung ini.
Peran Sang Ayah sebagai Mentor Politik
Herjuna, yang akrab disapa Arjun, menyampaikan bahwa keberhasilannya tidak terlepas dari peran orang tuanya. Sang ayah, yang memiliki latar belakang dalam dunia politik dan pemerintahan, menjadi mentor sekaligus teman diskusinya.
“Ilmu ayah menjadi mercusuar saya untuk mengasah bakat ‘cuap-cuap politik’ ini. Sebelum lomba, saya selalu menelepon ayah untuk pematangan materi. Dia sahabat diskusi saya sekaligus mentor terbaik,” tuturnya.
Sementara ibunya, lanjut Arjun, adalah sumber kekuatan terbesar. “Tanpa doa bunda, saya bukan apa-apa. Bunda selalu memberi motivasi dan mendukung setiap langkah saya,” ujarnya.
Selain keluarga, Arjun juga beruntung memiliki sahabat yang menyemangatinya. “Beruntung saya punya circle sahabat yang selalu ada dan mendukung hingga detik ini,” katanya.
Gelar Winner Duta Politik Brawijaya 2025 melecut semangatnya untuk menapaki dunia politik. “Saya memang bercita-cita terjun ke politik. Ini langkah konkret menuju ke sana,” ujarnya.
Peran Strategis Duta Politik FISIP UB
Program Duta Politik FISIP UB merupakan wadah bagi mahasiswa untuk berkembang sebagai komunikator publik yang peka terhadap isu demokrasi, kebijakan, dan dinamika masyarakat.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga dituntut untuk menyampaikan edukasi politik, membuka ruang dialog, serta menjembatani pemikiran antara akademisi dan masyarakat luas.
Duta Politik diharapkan hadir sebagai representasi generasi muda yang kritis, beretika, dan mampu menghadirkan perubahan melalui gagasan dan tindakan.
Terpilih sebagai Duta Politik 2025 menjadi momentum penting bagi putra kedua pasangan Agus Sunarko dan Irma Indrasari ini. Arjun kini membawa tanggung jawab baru untuk meningkatkan literasi politik di kalangan mahasiswa dan menginspirasi anak muda agar lebih berani bersuara dan bergerak demi perubahan.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki







