KENDAL, Harianmuria.com – Komisi C DPRD Kendal melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke TPA Darupono pada Senin, 11 Mei 2026. Sidak dilakukan menyusul laporan masyarakat terkait antrean panjang mobil dan truk pengangkut sampah yang terjadi di lokasi pembuangan akhir tersebut.
Ketua Komisi C DPRD Kendal, Sisca Meritania, mengatakan kondisi TPA Darupono saat ini cukup memprihatinkan. Puluhan truk pengangkut sampah terpaksa mengantre untuk membongkar muatan karena keterbatasan alat berat yang beroperasi di lokasi.
Dari hasil sidak, pihaknya menemukan sedikitnya tiga faktor utama yang memicu penumpukan sampah dan antrean kendaraan di TPA Darupono.
Ketiga faktor itu meliputi minimnya alat berat, kondisi akses jalan menuju titik bongkar yang belum memadai, serta keterbatasan armada pengangkut sampah.
“Yang menyebabkan trouble selama ini di TPA Darupono salah satunya terkait alat beratnya, kita masih kekurangan. Yang kedua akses menuju titik bongkar sampahnya, yang ketiga persoalan truk pengangkut sampah,” ungkap Sisca.
Ia menegaskan, DPRD akan mendorong pemerintah daerah agar penanganan persoalan sampah di TPA Darupono menjadi prioritas utama.
Menurutnya, perbaikan akses jalan menuju lokasi bongkar perlu segera direalisasikan agar aktivitas kendaraan pengangkut sampah dapat berjalan lebih lancar.
“Paling tidak akses jalan menuju titik bongkarnya ini segera diperbaiki agar mobil pengangkut sampah bisa jalan enak. Semoga saja di bulan Juni atau Juli bisa terealisasi,” sambungnya.
Sisca menilai persoalan sampah bukan lagi sekadar isu daerah, melainkan persoalan nasional yang membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak.
“Sampah ini persoalan nasional. Dan Kendal juga dapat surat peringatan. Jadi harus benr-benar kita prioritaskan penanganannya,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan, Limbah B3, dan Pertamanan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kendal, Luqni Kaharudin, mengakui sejumlah kendala tersebut memang menjadi penyebab utama antrean panjang kendaraan di TPA Darupono.
“Memang kita punya alat berat 2 yang aktif 1, kemudian faktor jalan ke pembuangan, selain itu armada juga masih minim. Nah ini menjadi faktor pengelolaan sampah di TPA tidak maksimal,” terang Luqni.
Ia menambahkan, DLH Kendal pada tahun ini telah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan akses jalan menuju area pembuangan sampah agar proses operasional di TPA Darupono dapat berjalan lebih optimal.
“Doakan saja semoga nanti bisa dieksekusi,” harapnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Rosyid











