PATI, Harianmuria.com – Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Muntamah tak ingin destinasi wisata di Sukolilo terimbas akibat stigma negatif viralnya kasus main hakim sendiri. Ia berharap potensi wisata justru bisa menjadi alat untuk menghilangkan stigma negatif Kecamatan Sukolilo.
Sukolilo, menjadi perbincangan nasional setelah terjadi kasus pengeroyokan bos rental asal Jakarta oleh warga Desa Sumbersoko pada 6 Juni 2024 lalu. Banyak netizen yang menghujat wilayah Sukolilo sebagai kampung bandit, kampung penadah, kampung maling dan lain sebagainya.
Muntamah mengingatkan, semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat untuk menghilangkan stigma negatif di Sukolilo dengan cara meningkatkan kunjungan di destinasi wisata yang ada di Sukolilo itu sendiri. Pemerintah harus memperhatikan serta aktif mempromosikan destinasi wisata di Sukolilo.
Untuk masyarakat sendiri, dapat membangun citra positif dengan cara bersikap ramah kepada pengunjung yang berwisata di Sukolilo.
“Dari masyarakat punya kemauan bersama untuk segera menghilangkan isu-isu negatif itu. Semua pihak mempunyai kemampuan yang sama, pemerintah juga menggiatkan bagaimana tempat-tempat wisata di Sukolilo dan sekitarnya ini diperhatikan,” Sabtu, 29 Juni 2024.
Senada, Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati juga berharap stigma negatif tersebut menular ke destinasi-destinasi wisata di Sukolilo hingga mengakibatkan pengunjung takut untuk berwisata. Terlebih, Kecamatan Sukolilo merupakan salah satu wilayah di Pati yang mempunyai banyak destinasi wisata seperti Air Terjun Tadah Hujan, Tradisi Meron, Gua Wareh, Kolam Renang Air Jernih dan Omah Gendeng (Samin Surosentiko).
“Dari potensi yang ada, kemudian yang dimiliki teman-teman kelompok sadar wisata (Pokdarwis) kreativitasnya, pemuda-pemudanya yang ke arah positif tidak berdampak pada itu. Karena tentunya kita kemarin menilai di Desa Sukolilo terkait dengan Meron kemudian ada tempat rekreasi Tadah Hujan, itu ternyata sangat potensi sekali,” ujar Kepala Dinporapar Pati, Rekso Suhartono pada Rabu 26 Juni 2024.
Rekso berharap, Pokdarwis ataupun pengelola wisata dapat memulihkan nama baik Sukolilo dengan memperlihatkan berbagai potensi wisata yang dimiliki.
“Mudah-mudahan dengan Kabupaten Pati yang masih kena musibah tidak kecil hati. Tapi sebaliknya mereka akan mengembalikan nama baik dengan potensi desanya masing-masing,” harapnya. (Lingkar Network | Setyo Nugroho – Harianmuria.com)











