BLORA, Harianmuria.com – Sebanyak 151 kelompok tani tembakau di Kabupaten Blora dipastikan menerima berbagai bentuk bantuan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2025. Bantuan ini disalurkan oleh Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora sebagai bagian dari program pengembangan sektor pertanian tembakau.
Kepala DP4 Blora, Ngaliman, menyampaikan bahwa hingga semester pertama 2025, serapan anggaran DBHCHT telah mencapai 54,16 persen dari total anggaran sebesar Rp4.056.690.600.
“Dana ini kami fokuskan untuk enam kegiatan utama, mulai dari bantuan alat pertanian, pupuk, hingga pelatihan teknis untuk petani tembakau,” kata Ngaliman, Minggu, 20 Juli 2025.
6 Program untuk Kelompok Tani Tembakau
Enam kegiatan utama tersebut meliputi bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti kultivator dan traktor; bantuan pupuk NPK, ZA, dan pupuk organik; bimbingan teknis penggunaan alsintan, pelatihan pemupukan tembakau; pelatihan budi daya tembakau; serta pelatihan kemitraan dan perlindungan tanaman tembakau.
“Kegiatan ini menyasar 151 kelompok tani yang tersebar di 14 kecamatan, di luar Cepu dan Jati yang tidak memiliki lahan tembakau. Kecamatan Jepon dan Ngawen menjadi penerima terbanyak,” terang Ngaliman.
Penanganan Pascapanen dan Kualitas Produksi
Memasuki semester dua, DP4 Blora akan mengarahkan program pada penanganan pascapanen, peningkatan mutu, dan efisiensi produksi. Beberapa bentuk bantuan tambahan yang akan disalurkan meliputi plastik UV untuk oven tembakau, hands sprayer untuk perlindungan tanaman, demplot tembakau di daerah yang belum pernah menanam
Menurut Ngaliman, strategi ini dilakukan untuk menjaga kualitas dan nilai jual tembakau asal Blora di pasar nasional.
“Kami juga menyiapkan pelatihan perlindungan tanaman yang dikombinasikan dengan praktik lapangan,” jelasnya.
Berdasarkan data Bagian Perekonomian Setda Blora, DP4 menjadi OPD dengan serapan DBHCHT tertinggi semester pertama 2025. Diikuti oleh Dinperinnaker dengan serapan sekitar 23 persen atau Rp5 miliar dari total DBHCHT Blora sebesar Rp22 miliar.
Kenaikan serapan DBHCHT ini turut dipengaruhi oleh peningkatan luas areal tanam tembakau, dari 1.200 hektare pada 2023, menjadi 2.800 hektare di 2024, dan ditargetkan mencapai 3.000 hektare pada akhir 2025.
“Kami berharap dukungan DBHCHT ini dapat mendorong produktivitas dan kualitas tembakau Blora,” pungkas Ngaliman.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki











