KUDUS, Harianmuria.com – Sejumlah warga mengaku tangki kendaraan tercampur air usai mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU Bacin, Desa Bacin, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.
Hal tersebut dibenarkan pihak pengelola sehingga penjualan Pertalite di SPBU Bacin pada Rabu, 14 Januari 2024 masih ditutup.
Area Manager Comm, Rel, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menyampaikan pihaknya telah memeriksa temuan tersebut.
Berdasarkan hasil pengecekan di SPBU 43.593.18 Bacin, Kudus, memang ditemukan kandungan air dalam tangki penyimpanan bahan bakar.
Menurut keterangannya, air yang tercampur dalam tangki SPBU itu diduga akibat adanya curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.
“Setelah menerima informasi tersebut Pertamina segera memerintahkan untuk penutupan atau penghentian penjualan SPBU untuk dilakukan pengecekan menyeluruh di lapangan dengan hasil yang akan diinformasikan kemudian,” terangnya.
Selain mengecek tangka penyimpanan, pihaknya juga mengecek catatan pengiriman, pengecekan water content pada ATG, dan cek fisik dengan menggunakan pasta air serta cleaning tangki secara menyeluruh.
“Pertamina memastikan produk yang diterima masyarakat sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. Apabila ditemukan adanya indikasi ketidaksesuaian, Pertamina akan menindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Taufiq menyebut, sudah ada 10 unit kendaraan motor yang melapor terkait kondisi tangki kendaraannya tercampur air usai mengisi Pertalite di SPBU Bacin.
Ia mengatakan, pihak SPBU akan melakukan ganti rugi dengan perbaikan mesin kendaraan dan pemberian e-voucher untuk pembelian BBM produk Pertamax.
“Konsumen yang merasa kendaraannya mengalami gangguan atau menemukan indikasi adanya air pada kendaraan setelah pengisian BBM di SPBU tersebut, dapat segera mendatangi SPBU tempat pengisian untuk dilakukan validasi, dan di berikan ganti rugi apabila terbukti mengisi di SPBU tersebut sesuai ketentuan yang berlaku,” paparnya.
Sementara itu, Pengawas SPBU 43.593.18 Bacin, Agus Purnomo, membenarkan adanya air yang masuk ke dalam tangki Pertalite. Ia menyebut, kejadian tersebut diduga akibat penutup tangki yang kurang rapat sehingga memungkinkan air masuk, terutama saat kondisi lingkungan basah.
“Memang kami akui ada air di dalam tangki Pertalite. Kemungkinan karena tutupnya kurang rapat sehingga kemasukan air. Begitu diketahui, langsung kami hentikan penyalurannya dan dilakukan pengecekan,” tuturnya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus Syarifa
Editor: Ulfa











