• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Kamis, Agustus 20, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Simak Fakta Dibalik “Dandangan” Yang Selalu Dinantikan Masyarakat Kudus

Admin by Admin
19 Februari 2024
in Kudus, News
101 1
foto : kuduskab.go.id

foto : kuduskab.go.id

784
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

KUDUS, HARIANMURIA.COM – Dandangan Kudus, sebuah tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad, menjadi salah satu simbol kuat akulturasi budaya dan keharmonisan antarumat beragama di Indonesia. Tradisi ini tidak hanya sekadar penanda dimulainya bulan Ramadan, tetapi juga wujud nyata dari keberagaman budaya yang telah terjalin sejak era Sunan Kudus pada abad ke-16.

Warisan Sunan Kudus

Diperkenalkan oleh Sunan Kudus, tradisi Dandangan berawal dari kebiasaan memukul bedug di Menara Kudus sebagai penanda waktu berbuka puasa dan salat tarawih. Kegiatan yang awalnya merupakan simbol sederhana ini, kini telah berkembang menjadi sebuah fenomena budaya yang kompleks dan meriah.

Harmonisasi Budaya yang Unik

Dandangan, dengan pusat kegiatannya di Menara Kudus, mencerminkan akulturasi budaya yang mendalam. Menara yang bentuknya menyerupai bangunan Hindu, dan bunyi kentongan yang mirip dengan lonceng kuil, adalah bukti nyata dari kejeniusan Sunan Kudus dalam menyatukan elemen Islam dengan budaya Hindu-Buddha yang telah ada sebelumnya. Strategi ini tidak hanya efektif dalam menyebarkan ajaran Islam tetapi juga menghargai dan memelihara keberagaman budaya lokal.

Lebih dari Sekedar Penanda Waktu

Dandangan kini tidak hanya terbatas pada fungsi religiusnya. Pasar malam dan pasar kaget yang berlangsung di sekitar masjid, awalnya hanya dimanfaatkan oleh orang-orang yang menunggu waktu beduk untuk berjualan jajanan. Namun, sekarang ini telah berkembang menjadi ajang ekonomi dan sosialisasi yang besar, menjadikannya pasar rakyat terbesar di masa kejayaannya dengan partisipasi lebih dari 600 UMKM.

Simbol Toleransi dan Kebersamaan

Keunikan lain dari Dandangan adalah keberadaan Masjid Menara Kudus yang berdampingan dengan Klenteng Hok Lay Kiong. Kerukunan antar umat beragama yang terjalin selama Dandangan menjadi bukti kuat dari keharmonisan sosial yang telah terbina selama berabad-abad.

Tradisi Namun Terus Berinovasi

Seiring berjalannya waktu, Dandangan terus beradaptasi. Dari sekedar pasar malam, kini telah merambah ke pentas seni, lomba religi, dan berbagai kegiatan sosial keagamaan yang semakin memeriahkan bulan Ramadan. Meskipun sempat terhenti selama tiga tahun akibat pandemi Covid-19, kebangkitan Dandangan pada tahun 2023 disambut dengan antusiasme yang besar dari warga dan UMKM.

Menjadi Magnet Bagi Wisatawan

Keunikan dan keramaiannya membuat Dandangan tidak hanya dinikmati oleh warga Kudus tetapi juga menarik perhatian wisatawan lokal dan mancanegara. Penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai “Pasar Rakyat Tradisional Terbesar dalam Rangkaian Menyambut Bulan Ramadan” semakin menegaskan posisi Dandangan dalam kancah budaya dan pariwisata.

Potensi Ekonomi Cukup Besar

Dengan pengembangan atraksi dan promosi yang tepat, Dandangan Kudus berpotensi besar menjadi objek wisata budaya religi nasional. Hal ini tentunya akan meningkatkan popularitasnya baik di tingkat lokal maupun internasional.

Selain kekayaan budaya dan tradisi, Dandangan juga menawarkan kuliner khas yang tak boleh dilewatkan. Soto Kudus dan Jenang Kudus menjadi kuliner legendaris yang menambah kekhasan dan kelezatan tradisi ini.

Dandangan Kudus, dengan semua keunikan dan tradisinya, menjadi salah satu contoh terbaik bagaimana akulturasi budaya dan toleransi antarumat beragama dapat membentuk sebuah tradisi yang tidak hanya berharga secara historis tetapi juga memiliki dampak sosial ekonomi yang besar bagi masyarakatnya. (REDAKSI – HARIANMURIA)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: DandanganRamadanSunan Kudus
SummarizeShare56SendShare
Previous Post

Tanggul Jebol Sungai Dumpil Dibenahi, Camat Agsun Apresiasi Gerak Cepat BBWS

Next Post

Dewan Pati Minta Pemkab Pantau Kenaikan Harga Beras

Admin

Admin

Berita Terkait

Ngalap Berkah, Ribuan Warga Antre Nasi Jangkrik Buka Luwur Sunan Kudus Sejak Subuh

Ngalap Berkah, Ribuan Warga Antre Nasi Jangkrik Buka Luwur Sunan Kudus Sejak Subuh

by Rosyid
25 Juni 2026
531

KUDUS, Harianmuria.com - Ribuan warga memadati kawasan Kompleks Masjid, Menara, dan Makam Sunan Kudus sejak subuh untuk mengikuti pembagian nasi berkat atau yang lebih dikenal sebagai nasi jangkrik...

Pasar Kuliner Jadul Kudus, Kenalkan Generasi Muda Ragam Makanan Tradisional Tempo Dulu

Pasar Kuliner Jadul Kudus, Kenalkan Generasi Muda Ragam Makanan Tradisional Tempo Dulu

by ulfa puspa
18 Juni 2026
560

KUDUS, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Kudus membuka Pasar Kuliner Jadul pada 16–24 Juni 2026 yang dipusatkan di Alun-Alun Kulon. Pasar kuliner jadul menghadirkan 21 stan usaha mikro, kecil,...

Tarhima di Gedung DPRD Pati, Ali Badrudin Ajak Semangat Gotong Royong Bangun Daerah

Tarhima di Gedung DPRD Pati, Ali Badrudin Ajak Semangat Gotong Royong Bangun Daerah

by ulfa puspa
4 Maret 2026
545

PATI, Harianmuria.com — Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, menyampaikan pesan refleksi dalam kegiatan tarawih dan silaturahmi bersama (Tarhima) di gedung dewan pada Selasa, 3 Maret 2026. Ali mengajak...

Awal Ramadhan 2026, Harga Ayam di Rembang Tembus Rp40.000

Awal Ramadhan 2026, Harga Ayam di Rembang Tembus Rp40.000

by ulfa puspa
19 Februari 2026
529

REMBANG, Harianmuria.com – Awal Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi terjadi kenaikan harga bahan pangan terutama pada komoditas ayam potong, telur, bawang merah, dan cabai. Pantauan di Pasar Rembang pada...

Load More

BERITA UTAMA

4.817 Lowongan Pekerjaan Tersedia di Job Fair Hari Jadi Jateng, Ada Peluang untuk Disabilitas

4.817 Lowongan Pekerjaan Tersedia di Job Fair Hari Jadi Jateng, Ada Peluang untuk Disabilitas

20 Agustus 2026
513
Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Diangkat Jadi Penuh Waktu, Pemkab Grobogan Jelaskan Begini

Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Diangkat Jadi Penuh Waktu, Pemkab Grobogan Jelaskan Begini

19 Agustus 2026
527
Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

18 Agustus 2026
753
Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
519

TRENDING HARI INI

  • Kampung Nelayan Merah Putih Gempolsewu Resmi Dibangun, Bupati Kendal: Langkah Modernisasi Kawasan Pesisir

    Kampung Nelayan Merah Putih Gempolsewu Resmi Dibangun, Bupati Kendal: Langkah Modernisasi Kawasan Pesisir

    112 shares
    Share 45 Tweet 28
  • Kampung Nelayan Merah Putih di Gempolsewu Kendal Segera Dibangun

    110 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

    136 shares
    Share 54 Tweet 34
  • 32 Sekolah di Rembang Terima Penghargaan Adiwiyata 2026, Ini Daftarnya

    151 shares
    Share 60 Tweet 38
  • Proyek KNMP Gempolsewu Kendal Dikucur Rp3,6 Miliar, Ini Fasilitas yang Akan Dibangun

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Warga Blimbing Blora Pertanyakan Pengelolaan 30 Persen Hasil Jual Minyak

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Sorot Penanganan Kekeringan di Pati, Ali Badrudin Sebut Butuh Solusi Berkelanjutan

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Menakjubkan, pemandangan pasri yang indah di kawasan wisata Pulai Gede di sisi utara Pantai Pasir Putih Wates.

Duh! Gara-Gara Gelombang Tinggi Wisata Pulau Gede Rembang Ditutup Sementara

3 Januari 2025
583
Ilustrasi keluarga Islami. (Freepik/Harianmuria.com)

Ajarkan Anak Pola Pikir Memandang Kesuksesan, Simak Tips Psikologinya

30 Juli 2023
548

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya