KUDUS, Harianmuria.com – Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) menyembelih 16 ekor kerbau dan 37 kambing di Komplek Menara Kudus pada Jumat, 29 Mei 2026.
Ketua Panitia Kurban Iduladha YM3SK 2026, Muhammad Faqol Ahzab, mengatakan jumlah hewan kurban tahun ini mengalami perubahan dibanding tahun sebelumnya. Untuk kerbau tercatat menurun dari 18 ekor menjadi 16 ekor, sementara kambing meningkat dari 33 menjadi 37 ekor.
“Tahun ini ada 16 kerbau dan 37 kambing. Jumlah untuk kerbau lebih sedikit dari tahun sebelumnya yang mencapai 18, sedangkan kambing mengalami peningkatan dari 33 menjadi 37 ekor,” ujarnya.
Faqol menjelaskan bahwa hewan kurban berasal dari berbagai kalangan, mulai masyarakat umum hingga perusahaan di Kabupaten Kudus. Salah satu perusahaan yang turut menyalurkan hewan kurban yakni PT Sukun Wartono Indonesia sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat melalui momentum Iduladha.
Menurutnya, penyembelihan hewan kurban di Menara Kudus tetap dilaksanakan pada 12 Zulhijah, meskipun tahun ini bertepatan dengan hari Jumat. Tradisi tersebut telah menjadi ketetapan atau pakem yang terus dijaga selama bertahun-tahun.
“Memang ini sudah pakemnya, untuk mengingatkan masyarakat kalau Menara menyembelih selalu di tanggal 12 Zulhijah. Kalau menurut hukum kan diperbolehkan menyembelih dari tanggal 10 hingga 13 Zulhijah,” katanya.
Daging kurban didistribusikan kepada masyarakat di sembilan kecamatan di Kabupaten Kudus. Setiap kecamatan memiliki koordinator yang bertugas melakukan pendataan penerima manfaat sebelum pembagian dilakukan.
Panitia memperkirakan total daging kurban yang dibagikan mencapai sekitar 12 ribu bungkus. Setiap paket berisi dua ons daging lengkap dengan jeroan dan tulang.
Tradisi penggunaan daun jati sebagai pembungkus daging kurban juga masih dipertahankan pada tahun ini sebagai ciri khas pembagian daging di Menara Kudus.
“Pendistribusian diperkirakan berlangsung setelah Jumatan nanti hingga sore selesai. Kami menggunakan daun jati untuk membungkus dagingnya,” terangnya.
Untuk mendukung kelancaran proses penyembelihan hingga distribusi, sebanyak 450 rewang atau relawan diterjunkan. Mereka terdiri dari santri, aktivis, dan warga sekitar yang bekerja sesuai pembagian tugas masing-masing.
Jurnalis: Ahmad Abror











