KUDUS, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Kudus akan melanjutkan proyek Jalan Rahtawu-Ternadi sepanjang 500 meter pada 2026. Kegiatan ini akan dikerjakan melalui program Karya Bakti bersama TNI.
Proyek pembukaan jalan antara Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog dan Desa Ternadi, Kecamatan Dawe merupakan proyek strategis yang rencananya dibangun sepanjang tiga sampai empat kilometer.
Pengerjaan Jalan Rahtawu-Ternadi sudah berjalan pada 2025 dan berhasil membangun jalan penghubung sepanjang 500 meterdengan lebar jalan empat meter.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus, Famny Dwi Arfana, menyebut proyek ini akan digarap menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kami memang berencana untuk melanjutkan kembali pembangunan jalan penghubung Desa Rahtawu-Ternadi di APBD Perubahan Tahun 2026, masih menunggu arahan dari Bupati Kudus,” katanya, Rabu, 4 Februari 2026.
Famny mengatakan bahwa pembangunan pada 2025 sedianya direncanakan hanya 425 meter namun terealisasi sekitar 500 meter. Hasil tersebut membuat Pemkab Kudus semakin optimis untuk membuka akses jalan bagi masyarakat di wilayah setempat.
Dengan pembukaan jalan itu, ia berharap warga setempat tidak perlu putar arah dan menempuh jarak jauh untuk masuk ke dua wilayah kecamatan tersebut.
“Untuk selanjutnya, pada rencana tahun 2026 akan dibuka kembali sepanjang 500 meter, melanjutkan proyek sebelumnya. Adapun anggaran yang diperlukan berkisar Rp500 juta. Sedangkan proyek pengerjaan dilakukan melalui program Karya Bakti,” jelasnya.
Ia menyebut Bupati Kudus menargetkan pembangunan terus berlanjut sehingga bisa rampung pada tahun 2027.
Untuk tahap pekerjaan saat ini masih sebatas pembukaan lahan. Untuk tahap lanjutan seperti pengecoran atau peningkatan kualitas jalan, pemerintah daerah belum bisa memastikan waktunya.
“Sebelumnya, jalan tersebut merupakan jalan setapak dengan lebar sekitar satu meter yang masih dipenuhi dengan semak belukar, ini sudah terbuka sebagian dengan lebar yang cukup untuk kendaraan roda empat,” bebernya.
Pembukaan akses jalan penghubung ini dilakukan bukan tanpa alasan. Proyek ini diharapkan mampu mendukung konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas warga, serta membuka peluang ekonomi baru, khususnya di kawasan wisata Muria.
“Akses jalan yang lebih baik juga akan mempermudah distribusi hasil pertanian dan meningkatkan potensi pariwisata desa,” tukasnya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus Syarifa
Editor: Ulfa











