KUDUS, Harianmuria.com – Kopi dari Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus saat ini semakin dikenal oleh masyarakat. Terutama karena cita rasa Kopi Japan yang dinilai memiliki keunikan tersendiri.
Identitas Kopi Japan yang semakin dikenal ini pun ikut mendongkrak perekonomian para petani kopi di desa tersebut. Terkenalnya Kopi Japan ini tentu bukan tanpa alasan.
Kepala Desa Japan, Sigit Tri Harso, mengatakan kesejahteraan petani kopi di wilayah setempat saat ini memang mengalami peningkatan. Hal ini karena adanya peningkatan kualitas Kopi Japan yang dipanen oleh para petani.
“Harga Kopi Japan dulu paling hanya Rp30 ribu per kilogram. Tetapi sekarang bisa lebih dari Rp60 ribu per kilogram,” ujarnya, Selasa, 10 Februari 2026.
Sigit menjelaskan, saat ini rata-rata petani kopi di Desa Japan sudah mulai memilah untuk memetik biji kopi yang berkualitas saja. Sehingga, harga jual biji kopi para petani ikut meningkat.
“Kalau dulu petani hanya asal petik saat panen raya, jadi ada yang sudah merah, ada yang masih hijau, Sekarang sudah banyak yang memilah saat memetik supaya hanya memetik biji kopi merah berkualitas saja,” ungkapnya.
Selain itu, lanjutnya, petani Kopi Japan juga sudah banyak yang memproses hasil panennya sendiri. Sehingga, tidak hanya asal jual hasil panen ke pengepul saja.
“Beberapa sudah ada yang jual Kopi Japan dalam bentuk bubuk,” ucapnya.
Panen raya Kopi Japan biasanya dilakukan pada bulan Juli hingga September setiap tahunnya. Dalam sekali panen raya, Desa Japan bisa menghasilkan 250 ton biji kopi.
“Kemungkinan tahun ini panen raya kopi agak mundur sedikit karena kondisi cuaca. Tapi hasil produksi diperkirakan tetap melimpah dan kualitasnya masih sama,” sebutnya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus Syarifa
Editor: Ulfa











