KUDUS, Harianmuria.com – Permohonan penerbitan kartu kuning (AK1) di Kabupaten Kudus tembus 3.473 periode Januari hingga September 2026. Angka tersebut menunjukkan pencari kerja di Kota Kretek terhitung tinggi.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Perindustrian, Koperasi (Disnakerperinkop) dan UKM Kabupaten Kudus, Catur Widiyatno, mengungkapkan terdapat 10 hingga 15 pencari kerja yang mengajukan permohonan kartu kuning per harinya.
Catur menyebut angka pengangguran di Kudus pada akhir 2025 mencapai 17 ribu orang. Oleh karena itu pihaknya memperkirakan permohonan kartu kuning berpotensi meningkat pada tiga bulan terakhir menjelang akhir tahun 2026.
Menurutnya permohonan kartu kuning ini biasanya meningkat pada waktu kelulusan baik jenjang SMA sederajat maupun wisuda perguruan tinggi.
“Biasanya setelah lulusan sekolah, terutama untuk jenjang SMA, atau setelah wisuda universitas itu peminatnya meningkat. Contohnya pada bulan Mei dan Juni, lalu biasanya masih berlangsung sampai akhir tahun,” ungkapnya.
Pengurusan dokumen AK1 dapat dilakukan secara daring maupun langsung ke Kantor Disnakerperinkop dan UMKM Kudus atau di Mall Pelayanan Publik (MPP).
“Kalau online melalui aplikasi SiapKerja, setelah itu dapat melakukan verifikasi data ke Kantor Disnaker,” ucapnya.
Proses pengajuan AK1 bisa dilakukan dalam waktu satu hari serta tidak mensyaratkan latar belakang pendidikan. Pemohon cukup membawa dokumen persyaratan dan mendaftarkan diri sesuai ketentuan.
“Pelayanannya relatif cepat, dalam satu hari bisa selesai,” katanya.
Untuk menekan jumlah pengangguran, Disnakerperinkop dan UKM Kudus juga menyediakan berbagai pelatihan kerja bagi lulusan baru dan calon pekerja.
Tahun ini, setidaknya ada 47 pelatihan, terdiri dari 36 pelatihan kerja di periode pertama dan 11 pelatihan di periode kedua untuk memfasilitasi warga Kudus agar mempunyai bekal kompetensi dalam bekerja maupun berwirausaha.
“Total anggarannya sekitar Rp 2,4 miliar untuk 47 paket pelatihan dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT), semoga ini bisa membantu warga Kudus yang membutuhkan pekerjaan untuk berdikari,” pungkasnya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus Syarifa/Lingkar Network
Editor: Ulfa











