KENDAL, Harianmuria.com – Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kendal menyiapkan 42 petugas kesehatan hewan untuk pemeriksaan hewan kurban menjelang Iduladha 2026.
Pelaksana tugas Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPP Kendal, Septiana Wulandari, mengatakan pemeriksaan dilakukan melalui dua tahapan yakni ante mortem dan post mortem.
“Pemeriksaan ante mortem dilakukan sebelum penyembelihan, baik di lokasi pedagang pengepul, kandang penampungan maupun tempat pemotongan hewan,” katanya, Senin, 25 Mei 2026.
Sedangkan pemeriksaan post mortem dilakukan setelah hewan disembelih di titik-titik pemotongan di seluruh kecamatan.
“Petugas kesehatan hewan sudah kami siapkan sebanyak 42 orang dan tersebar di titik-titik pemotongan di semua kecamatan untuk memastikan hewan kurban sehat serta aman dikonsumsi masyarakat,” jelasnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, DPP Kendal terus menggencarkan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi. Vaksinasi diberikan secara gratis kepada peternak sebagai langkah pencegahan penyebaran PMK.
Septiana menyebutkan 5.800 dosis vaksin PMK bantuan dari pemerintah pusat yang didistribusikan kepada para peternak.
“Petugas sudah keliling ke pedagang-pedagang pengepul, atau penampungan dan peternakan,” ungkapnya.
Di sisi lain, pekerja kandang sapi di Desa Margorejo, Kecamatan Cepiring, Kholidul Rohman, mengatakan stok sapi kurban tahun 2026 dipastikan dalam kondisi sehat meski harga mengalami kenaikan dibanding tahun lalu.
Menurutnya, harga sapi kurban saat ini rata-rata mulai Rp25 juta per ekor, sedangkan tahun sebelumnya masih berkisar Rp21 juta.
“Harga sapi kurban naik karena barangnya agak langka,” katanya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa










