KENDAL, Harianmuria.com – Tiga Tempat Penampungan Sementara (TPS) di pusat Kota Weleri, Kabupaten Kendal, dirobohkan dan dibersihkan pada Jumat, 9 Januari 2026. Pembongkaran dilakukan karena lokasi tersebut kerap dijadikan tempat pembuangan sampah liar.
Kegiatan pembongkaran TPS merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kecamatan Weleri, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal, dan pegiat sampah.
Ketiga TPS yang dirobohkan berada sekitar 100 meter dari Pasar Weleri. Selama ini, lokasi tersebut sering dipenuhi tumpukan sampah yang menimbulkan bau tidak sedap, dan kebanyakan dibuang oleh warga luar Kecamatan Weleri
Pembongkaran ini mendukung program Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, terkait pengelolaan sampah dari hulu ke hilir serta pengurangan produksi sampah di wilayah Kendal.
Marak Pembuangan Liar dari Luar Weleri
Pegiat sampah Kecamatan Weleri, Daniel, mengungkapkan bahwa TPS tersebut awalnya merupakan fasilitas CSR dari koperasi setempat untuk membantu warga lokal agar tidak membuang sampah sembarangan.
“TPS ini dibongkar karena banyak pembuangan liar oleh orang luar Weleri. Tadi saja ada mobil berhenti langsung main lempar buang sampah. Sebelumnya juga sering ada Tossa yang membuang sampah di sini,” ungkap Daniel.
Ia berharap pembongkaran TPS dapat membuat wajah kota Weleri jadi indah dan bebas sampah, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah.
“Semoga wajah Kota Weleri menjadi lebih bersih dan indah. Kami juga mengajak masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah sesuai kegunaannya. Dari diri kita dan untuk kita,” ujarnya.
Camat Weleri Perketat Pengawasan
Camat Weleri, Dwi Cahyono Suryo, menyayangkan masih banyaknya warga dari luar wilayah yang membuang sampah di TPS tersebut secara diam-diam. karena itu, ia menilai pengawasan ekstra diperlukan untuk mencegah pembuangan liar terulang.
“Masih banyak yang membuang sampah dengan mencuri waktu, bahkan ada yang dari luar daerah seperti Gringsing. Ini jelas bukan yang kita inginkan,” tegasnya.
Ia berharap pembongkaran tiga TPS di jalur utama Weleri dapat meningkatkan kebersihan dan keindahan lingkungan, sejalan dengan visi Kendal Bebas Sampah.
“Pembongkaran ini sudah melalui forum bersama. Harapan kami, Kecamatan Weleri bisa benar-benar bebas dari sampah,” katanya.
Pengelolaan Sampah secara Terpadu
Untuk penanganan sampah warga, Kecamatan Weleri telah bekerja sama dengan pegiat sampah dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Penyangkringan. BUMDes tersebut menyiapkan 18 armada Tossa untuk mengangkut sampah dari lingkungan warga.
“Sampah dari gerobak dan becak dikumpulkan pagi hari, lalu diangkut oleh armada DLH. Dengan sistem ini, sampah warga sudah ada solusi dan tertangani,” jelas Camat Weleri.
Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga
Sementara itu, Kepala DLH Kendal, Aris Irwanto, mengimbau masyarakat agar pengelolaan sampah dimulai dari tingkat rumah tangga. Hal ini dinilai sangat membantu program Pemkab Kendal dalam mengatasi persoalan sampah.
“Kami mengajak masyarakat untuk mengurangi sampah. Sampah organik bisa diolah, sementara sampah nonorganik bisa bernilai ekonomi melalui bank sampah,” pesannya.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki











